Dameria Minta Dinkes Bentuk Satgas Klinik Berjalan Atasi Penyakit Pasca Banjir Medan

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Dameria Pangaribuan. (Foto: Instagram Dameria/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan, meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Kota Medan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Klinik Berjalan dalam mengatasi berbagai penyakit pasca-banjir, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), demam, diare, dan lainnya.
Permintaan ini disampaikan politisi PDI Perjuangan tersebut menyikapi maraknya penyakit yang muncul pasca-bencana banjir yang melanda Kota Medan sejak 27 November lalu, serta beberapa wilayah kabupaten/kota di Sumut yang juga terdampak banjir.
“Dinas Kesehatan harus membentuk Satgas klinik berjalan, baik dari kelurahan maupun kecamatan. Satgas ini khusus dibentuk di wilayah yang masih rawan banjir. Di Medan Utara saja hari ini sudah kembali terjadi banjir,” ujar Dameria kepada MISTAR, Rabu (3/12/2025).
Wakil Ketua bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi PDI Perjuangan Sumut itu turut meminta Dinas Kesehatan memasok obat-obatan dan kebutuhan medis bagi masyarakat secara optimal.
“Kita meminta Dinkes memasok obat secara cepat dan cukup ke seluruh Puskesmas. Dinkes juga harus jemput bola, karena banyak masyarakat terdampak banjir kesulitan untuk berobat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan keliling tidak hanya berlaku untuk wilayah yang banjir kembali, tetapi juga harus merata untuk wilayah yang terdampak sebelumnya.
“Bukan hanya sekarang, tapi wilayah yang terdampak sebelumnya juga harus ada perawatan keliling minimal dari kelurahan. Intinya, kita harus memastikan ketersediaan obat-obatan terjamin untuk masyarakat,” katanya.
Dameria meyakini, di sejumlah Puskesmas di Kota Medan maupun kabupaten/kota Sumut, masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan layanan kesehatan pasca-banjir.
“Lonjakan pasien di Puskesmas harus dapat ditangani maksimal. Para petugas juga harus standby untuk menjaga pelayanan optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dameria, kondisi pasca-banjir merupakan fase penting yang harus mendapat perhatian dari sisi kesehatan masyarakat oleh pemerintah.
“Dari sisi kesehatan, ini sangat penting. Masyarakat yang terkena penyakit terdampak tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis. Banyak yang merasa sedih akibat bencana. Ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di Sumatera Utara,” pungkasnya.
NEXT ARTICLE
Ramuan Herbal untuk Kurangi Asam Lambung




















