Bolehkah SKM Dikonsumsi Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Susu kental manis (SKM) sering digunakan sebagai pelengkap berbagai sajian, mulai dari roti dan makanan penutup hingga minuman seperti kopi dan teh. Teksturnya yang kental serta cita rasanya yang manis membuat produk ini banyak dimanfaatkan untuk menambah kelezatan makanan dan minuman.
Namun, penggunaan SKM dalam keseharian memunculkan pertanyaan mengenai keamanannya jika dikonsumsi setiap hari. Apakah produk ini boleh menjadi bagian dari pola makan harian?
Pada dasarnya, SKM dapat dikonsumsi setiap hari sebagai pelengkap makanan atau minuman, selama penggunaannya sesuai takaran dan tidak berlebihan. Meski demikian, produk ini tidak ditujukan untuk menggantikan susu utama yang dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur penggunaan SKM sebagai produk yang dapat dimanfaatkan untuk melengkapi atau menambah cita rasa makanan dan minuman. Contohnya, sebagai topping roti, bahan tambahan makanan penutup, atau campuran minuman.
SKM tidak dianjurkan untuk diseduh dengan air dan dikonsumsi sebagai pengganti susu. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada bayi dan anak-anak, yang membutuhkan asupan gizi sesuai usia dan tahap pertumbuhannya.
Salah satu hal penting saat mengonsumsi SKM adalah memperhitungkan jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh. Dalam satu sajian, SKM dapat mengandung sekitar 17 gram gula, meskipun jumlah pastinya bergantung pada produk dan ukuran sajian.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan pembatasan konsumsi gula maksimal 50 gram atau setara dengan sekitar empat sendok makan per orang per hari. Dengan demikian, gula dari SKM perlu diperhitungkan bersama asupan yang berasal dari makanan dan minuman lainnya.
Jika satu sajian SKM mengandung sekitar 17 gram gula, jumlah tersebut sudah menyumbang bagian yang cukup berarti dari batas konsumsi gula harian. Karena itu, penggunaan SKM sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak ditambahkan secara berlebihan hanya untuk memperkuat rasa manis.
Memperhatikan takaran saji pada kemasan juga membantu mengontrol jumlah SKM yang digunakan. Dengan begitu, konsumen dapat menikmati cita rasanya sambil tetap menjaga asupan gula harian.
SKM Boleh Dikonsumsi Harian sebagai Pelengkap
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa SKM masih dapat dikonsumsi setiap hari selama penggunaannya terbatas sebagai tambahan pada makanan atau minuman.
"Boleh harian tapi cuma sebagai topping atau tambahan, jadi dikonsumsi setiap hari sebatas pemanis atau pelengkap rasa di makanan atau minuman," ujar dr Yaze.
Sesuai penjelasan tersebut, SKM dapat digunakan untuk memperkaya rasa makanan dan minuman, bukan sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan susu sehari-hari.
Produk SKM juga mengandung sejumlah zat gizi, seperti protein dan lemak, serta vitamin dan mineral yang jumlahnya dapat berbeda sesuai formulasi masing-masing produk. Informasi nilai gizi pada label kemasan dapat digunakan untuk mengetahui kandungan dalam setiap sajian.
Meski memiliki kandungan zat gizi, keberadaan protein, vitamin, dan mineral tidak menghilangkan pentingnya memperhatikan kadar gula. Konsumsi SKM tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan pola makan secara keseluruhan.
SKM boleh dikonsumsi setiap hari sebagai pelengkap makanan atau minuman, selama jumlahnya diperhatikan dan penggunaannya sesuai peruntukan. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai topping atau penambah cita rasa, tetapi tidak untuk menggantikan susu utama.
Konsumen juga perlu memperhitungkan kandungan gula dalam setiap sajian, termasuk gula yang berasal dari makanan dan minuman lain sepanjang hari.
Membaca label kemasan dan menggunakan SKM sesuai takaran menjadi langkah sederhana untuk membantu mengendalikan asupan gula. Dengan penggunaan yang tepat, SKM dapat dinikmati sebagai pelengkap sajian sehari-hari tanpa mengabaikan prinsip pola makan seimbang.









































