62 Pasien Super Flu di Indonesia Sudah Sembuh

Ilustrasi. (Foto: Kemenkes/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa sebanyak 62 pasien di Jakarta yang terkonfirmasi terkena influenza A H3N2 subclade K atau dikenal sebagai super flu sudah dinyatakan sembuh.
Menurutnya, super flu tidak menimbulkan ancaman serius seperti pandemi COVID-19. Meski memiliki tingkat penularan yang relatif cepat, virus tersebut dinilai memiliki risiko kematian yang sangat rendah.
Budi menjelaskan bahwa H3N2 merupakan jenis influenza A yang telah lama dikenal dan beredar selama puluhan tahun. Varian subclade K hanyalah perkembangan baru dari virus yang sudah ada, bukan virus baru seperti SARS-CoV-2.
“Ini sebenarnya influenza A, H3N2, yang sudah lama sekali ada. Sekarang muncul varian baru yang disebut subclade K. Jadi bukan virus baru seperti COVID-19. Penularannya memang cepat, tapi tingkat kematiannya sangat rendah,” ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026), dilansir dari detikhealth.
Ia menambahkan, peningkatan kasus influenza jenis ini lazim terjadi pada musim tertentu, seperti musim dingin. Namun, kondisi di Indonesia saat ini masih terkendali dan jumlah kasus terbilang kecil serta dapat ditangani dengan pengobatan standar.
Menkes pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan menyadari bahwa virus tersebut memang ada di sekitar.
“Di Indonesia sudah teridentifikasi, jumlahnya masih puluhan kasus. Tidak parah dan bisa diobati dengan pengobatan biasa,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa karakter virus ini berbeda jauh dengan COVID-19, khususnya varian berbahaya seperti Delta yang sempat menyebabkan lonjakan kematian.
“Jadi tidak perlu panik. Ini flu biasa, bukan seperti COVID-19 dulu,” ujarnya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Sulit Tidur? Coba Lima Suplemen Ini Sebelum TerlelapBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


















