Venezuela dan AS Jajaki Normalisasi Hubungan Diplomatik Pasca Ketegangan Panjang

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Pemerintah Venezuela tengah membuka pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) untuk memulihkan hubungan diplomatik yang terputus sejak 2019. Upaya ini menandai perubahan signifikan setelah bertahun-tahun ketegangan politik antara kedua negara.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengatakan pemerintahan Presiden sementara Delcy Rodríguez telah memutuskan memulai proses diplomatik awal dengan Washington. Langkah tersebut bertujuan membangun kembali misi diplomatik di masing-masing negara.
“Pemerintah Venezuela telah memulai penjajakan diplomatik dengan Amerika Serikat untuk membuka kembali hubungan dan mengaktifkan kembali perwakilan diplomatik,” ujar Gil dalam pernyataan resminya, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/1/2026).
Sebagai bagian dari proses tersebut, sejumlah diplomat AS dilaporkan tiba di Caracas, Jumat (9/1/2026). Seorang pejabat AS menyebut kunjungan itu bertujuan menilai kemungkinan pembukaan kembali Kedutaan Besar AS secara bertahap.
Delegasi tersebut dipimpin oleh John McNamara, diplomat senior AS untuk Kolombia, bersama sejumlah personel lainnya. Mereka melakukan penilaian awal terhadap kondisi keamanan dan operasional di ibu kota Venezuela.
Pemerintah Venezuela menyatakan akan membalas kunjungan tersebut dengan mengirimkan delegasi resmi ke Washington dalam waktu dekat.
Mencairnya hubungan ini terjadi kurang dari sepekan setelah pasukan khusus AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas. Penangkapan itu dilakukan usai operasi militer yang disebut melumpuhkan sistem pertahanan Venezuela.
Maduro yang telah memimpin Venezuela selama 12 tahun, diterbangkan ke Amerika Serikat dengan pengamanan ketat. Ia kemudian dihadapkan ke pengadilan AS atas dakwaan perdagangan narkoba dan sejumlah tuduhan lainnya.
Penangkapan tersebut menjadi puncak dari tekanan AS yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk penyitaan kapal tanker minyak Venezuela serta operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat jaringan narkoba di kawasan Amerika Latin.
Meski demikian, Maduro membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
PREVIOUS ARTICLE
Serangan AS ke Venezuela Dinilai Langgar Hukum InternasionalBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















