Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Utusan Donald Trump Akan Kunjungi Moskow Bahas Rencana Perdamaian Ukraina

Mistar.idRabu, 26 November 2025 pukul 14.53 WIB
utusan_donald_trump_akan_kunjungi_moskow_bahas_rencana_perdamaian_ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump. (foto:kompas/mistar)

news_banner

Moskow, MISTAR.ID

Kremlin menyatakan pada Rabu (26/11/2025) bahwa utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, bersama sejumlah pejabat penting Negara Paman Sam lainnya, akan berkunjung ke Moskow pekan depan untuk membahas kemungkinan rencana perdamaian bagi Ukraina.

Trump, dalam keterangannya kepada wartawan di pesawat Air Force One ketika menuju Florida untuk liburan Thanksgiving, mengatakan bahwa tim negosiator AS telah mencatat kemajuan dalam diskusi dengan Rusia dan Ukraina, serta Moskow telah menyetujui beberapa bentuk konsesi.

Kerangka kerja berbasis AS untuk mengakhiri perang yang pertama kali dilaporkan pekan lalu memicu kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump berpotensi mendorong Ukraina menandatangani kesepakatan damai yang dinilai terlalu menguntungkan Rusia atau condong ke Moskow.

“Terkait Witkoff, dapat saya sampaikan bahwa kesepakatan awal telah dicapai dan ia akan datang ke Moskow pekan depan,” ujar Yuri Ushakov, ajudan kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin, kepada wartawan Kremlin dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia yang dipandu Pavel Zarubin.

Ushakov menambahkan bahwa selain Witkoff, “sejumlah perwakilan pemerintah lain yang terlibat dalam urusan Ukraina” juga dijadwalkan hadir dalam kunjungan tersebut.

Ia juga menanggapi soal bocornya rekaman pembicaraan telepon antara pejabat senior Rusia dan Amerika Serikat, yang menurutnya merupakan upaya untuk menghambat proses perundingan damai.

Bloomberg News melaporkan bahwa dalam panggilan telepon pada 14 Oktober, Witkoff menyampaikan kepada Ushakov bahwa kedua pihak perlu bekerja sama dalam rencana gencatan senjata untuk Ukraina dan bahwa Putin sebaiknya membahasnya langsung dengan Trump. Bloomberg menyatakan telah meninjau rekaman percakapan tersebut dan menerbitkan transkripnya.

Ketika ditanya alasan kebocoran percakapan itu, Ushakov menjawab: “Mungkin untuk menghalangi. Kemungkinan besar bukan untuk memperbaiki hubungan.” (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN