Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Unjuk Rasa di Iran Masih Berlangsung, AS Diminta Tidak Ikut Campur

Mistar.idSenin, 12 Januari 2026 pukul 11.35 WIB
unjuk_rasa_di_iran_masih_berlangsung_as_diminta_tidak_ikut_campur

Demo massa pro-pemerintah Iran. (Foto: Tasnim News Agency/Handout via Reuters)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Militer Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga kepentingan nasional di tengah meningkatnya gelombang unjuk rasa anti-pemerintah, penahanan massal demonstran, serta pemadaman internet yang berlangsung sejak akhir pekan lalu.

“Angkatan Darat, di bawah kepemimpinan Panglima Tertinggi dan bersama unsur angkatan bersenjata lainnya, akan terus memantau pergerakan musuh di kawasan serta bertindak tegas dalam melindungi kepentingan nasional, infrastruktur strategis, negara, dan aset publik,” kata pernyataan militer Iran yang dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah dan aparat keamanan Iran untuk meredam demonstrasi terbesar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang protes yang merebak sepanjang pekan ini dipicu oleh kemarahan publik terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok dan tingginya laju inflasi.

Akhir pekan lalu, massa kembali turun ke jalan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan utara Teheran. Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di Rasht di wilayah utara, Tabriz di barat laut, serta Shiraz dan Kerman di bagian selatan Iran.

Demonstrasi telah menyebar ke berbagai provinsi sejak akhir Desember. Dalam perkembangannya, tuntutan massa tidak lagi sebatas isu ekonomi, melainkan juga menyerukan diakhirinya sistem pemerintahan ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi Azad, sebelumnya mengeluarkan peringatan keras dengan menyebut bahwa siapa pun yang terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut akan dianggap sebagai “musuh Tuhan”.

AS dan Iran Saling Melontarkan Kecaman

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyuarakan dukungan terhadap para demonstran Iran. Melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat “siap membantu” rakyat Iran.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump memperingatkan otoritas Iran agar tidak melakukan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa. Ia menegaskan bahwa Washington akan “ikut campur” apabila aparat Iran kembali melakukan pembunuhan seperti yang disebutnya pernah terjadi di masa lalu.

Sementara itu, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang kini tinggal di Amerika Serikat, menyerukan agar aksi protes dilakukan secara lebih terorganisir dengan tujuan menguasai pusat-pusat kota.

“Tujuan kita tidak lagi sekadar turun ke jalan, tetapi bersiap untuk merebut dan mengendalikan pusat-pusat kota,” ujar Reza Pahlavi.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menanggapi demonstrasi tersebut dengan menyebut para peserta aksi sebagai “perusak”. Ia juga meramalkan bahwa pemimpin Amerika Serikat akan bernasib sama seperti dinasti monarki Iran yang tumbang pada Revolusi 1979.

“Semua orang tahu Republik Islam berdiri di atas pengorbanan darah ratusan ribu orang terhormat dan tidak akan mundur menghadapi para penyabot,” kata Khamenei.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menuding Amerika Serikat dan Israel ikut campur mengubah aksi protes damai menjadi gerakan yang memecah belah dan sarat kekerasan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN