Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kerusuhan Iran Kian Memanas, 29 Tewas di Tengah Ketegangan AS–Venezuela

Mistar.idSelasa, 6 Januari 2026 21.39
journalist-avatar-top
kerusuhan_iran_kian_memanas_29_tewas_di_tengah_ketegangan_asvenezuela

Unjuk rasa di Iran semakin chaos setelah AS serang Venezuela. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Gelombang unjuk rasa di Iran semakin tidak terkendali. Memasuki hari ke-10, Selasa (6/1/2026), bentrokan antara massa dan aparat keamanan terus meningkat dan telah menewaskan sedikitnya 29 orang. Lebih dari 1.200 demonstran dilaporkan ditangkap.

Situasi memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Venezuela, akhir pekan lalu. Sejak saat itu, eskalasi protes di sejumlah kota Iran dilaporkan semakin brutal.

Mengutip laporan Iran International, aparat keamanan Iran mulai melepaskan tembakan untuk membubarkan massa. Pasukan bersenjata lengkap juga dikerahkan ke berbagai titik strategis guna mengendalikan keadaan.

Kementerian Dalam Negeri Iran menyebut para demonstran sebagai 'perusuh', menyusul laporan perusakan gedung pemerintah, kendaraan umum, dan fasilitas publik. Data kelompok hak asasi manusia mencatat aksi protes telah menyebar ke lebih dari 250 lokasi di 27 provinsi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mencoba meredam ketegangan dengan menawarkan dialog dan menjanjikan pemulihan ekonomi. Namun, pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang meminta aparat 'menempatkan para pedemo pada tempatnya' justru memicu kemarahan publik.

Aksi protes yang dimulai sejak 28 Desember itu awalnya dipicu melonjaknya inflasi dan tekanan ekonomi. Dalam perkembangannya, tuntutan meluas menjadi seruan perubahan rezim.

Amerika Serikat dan Israel, yang selama ini berseteru dengan Iran, secara terbuka menyatakan dukungan kepada para demonstran. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan kesiapannya membantu rakyat Iran.

Ketegangan semakin meningkat setelah serangan AS ke Venezuela pada 3 Januari lalu. Sehari kemudian, Trump memberi sinyal bahwa Iran berpotensi menjadi target berikutnya.

Sebuah foto Trump mengenakan topi bertuliskan “Make Iran Great Again” yang diunggah Senator AS Lindsey Graham di media sosial X dinilai pengamat sebagai pesan politik terselubung.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN