Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pasca Serang Venezuela, Presiden Trump Bakal Gempur Negara-negara Lain

Mistar.idSelasa, 6 Januari 2026 pukul 08.43 WIB
pasca_serang_venezuela_presiden_trump_bakal_gempur_negaranegara_lain

Presiden AS Donald Trump. (foto: ant/mistar)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan Washington bisa mengambil tindakan terhadap lebih banyak negara setelah serangan AS ke Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan Trump dikutip Senin (6/1/2026), saat ia menanggapi pertanyaan soal operasi yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selain mengancam Kolombia, Trump juga menyebut Kuba “siap runtuh” dan kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland.

Ia bahkan menyebut kemungkinan langkah terhadap Meksiko dan Iran terkait berbagai isu.

Ancaman terhadap Kolombia

Trump menghadapi sorotan atas rencananya di Venezuela sejak penggerebekan AS di Caracas menangkap Nicolas Maduro dan membawanya ke New York City untuk menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan senjata.

Saat menjawab pertanyaan pada Minggu, Trump meluaskan pembicaraan ke negara-negara lain di Amerika Latin dan kawasan lain. Di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Kolombia “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

“Dia tidak akan melakukan itu untuk waktu yang lama,” kata Trump tentang Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang kerap mengkritiknya.

“Dia punya pabrik-pabrik kokain dan fasilitas produksi kokain,” tambahnya.

Trump dan Petro terlibat perselisihan yang terus meningkat terkait serangkaian serangan kapal AS di Karibia dan Pasifik timur, yang meningkatkan tekanan terhadap Kolombia sebagai simpul perdagangan narkoba di kawasan. Ketika ditanya apakah pemerintahannya akan melakukan operasi yang menargetkan Kolombia, Trump menjawab, “Kedengarannya bagus.”

Meksiko dan Iran ikut disinggung Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat mengambil tindakan terhadap sejumlah negara lain, termasuk Meksiko dan Iran, atas berbagai persoalan. Ia mengatakan, narkoba “mengalir deras” melalui Meksiko dan “kita harus melakukan sesuatu,” seraya menambahkan bahwa kartel di sana “sangat kuat.”

Tentang Iran, yang tengah diguncang protes, Trump berkata, “Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan dihantam sangat keras oleh Amerika Serikat.”

Kuba dinilai “siap runtuh” Trump menyiratkan bahwa intervensi militer tidak diperlukan di Kuba, sekutu utama Venezuela, karena negara itu disebutnya “siap runtuh.”

“Saya tidak tahu apakah mereka akan bertahan, tetapi Kuba sekarang tidak punya pemasukan,” katanya. “Mereka mendapatkan semua pemasukan dari Venezuela, dari minyak Venezuela,” ujar Trump.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyiratkan bahwa Kuba bisa menghadapi aksi militer AS. Dalam acara “Meet the Press” di NBC, ketika ditanya apakah Kuba merupakan “target berikutnya” pemerintahan Trump, Rubio berkata, “Pemerintah Kuba adalah masalah besar.” Saat ditekan lagi, ia menambahkan, “Mereka dalam masalah besar, ya.”

Rubio menuduh kepemimpinan Kuba “menopang” pemerintahan Nicolas Maduro dan mensponsori aparat keamanan internalnya, termasuk pengawal pribadinya. Rubio, putra imigran Kuba, selama puluhan tahun menyatakan kepemimpinan Kuba harus disingkirkan, dan tumbangnya pemerintahan Maduro akan membantu mendorong transformasi di Kuba.

Trump kembali singgung Greenland Di Air Force One, Trump juga kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom Denmark yang menurutnya perlu dikuasai AS demi kepentingan keamanan. “Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional,” ucap Trump, seraya menggambarkan kawasan itu “dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana.”



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN