Skandal di Kapal AL Australia: Kamera Rahasia Rekam Pelaut Wanita di Kamar Mandi

Angkatan Pertahanan Australia mengonfirmasi penemuan alat perekam video tersembunyi di dalam kabin kapal AL Kerajaan Australia, HMAS Leeuwin. (Foto: AFP/Jewel Samad)
Jakarta, MISTAR.ID (16/10/2026) — Angkatan Pertahanan Australia (ADF) mengonfirmasi temuan alat perekam video tersembunyi di kabin kapal Angkatan Laut Kerajaan Australia, HMAS Leeuwin. Kasus ini memicu kecaman setelah diduga kamera tersebut merekam pelaut perempuan secara diam-diam dan rekamannya berpotensi tersebar di internet.
Perangkat tersebut ditemukan pada Minggu (11/10/2026) di kapal HMAS Leeuwin yang tengah bersandar di Cairns, Queensland.
Kementerian Pertahanan Australia belum merinci apakah perangkat itu dipasang di fasilitas kamar mandi khusus perempuan.
Kasus ini mencuat setelah Senator independen Australia yang juga mantan veteran dan advokat pertahanan, Jacqui Lambie, mengungkapkan laporan dari sejumlah personel militer.
Dalam sidang Senat Australia, Rabu (14/10/2026), Lambie menyebut menerima informasi soal penemuan kamera tersembunyi di fasilitas kamar mandi pelaut perempuan.
"Saya juga diberitahu bahwa ini telah terjadi baru-baru ini dan mencegah kapal berlayar sementara penyelidikan sedang berlangsung," kata Lambie.
Yang lebih mengkhawatirkan, kata Lambie, ada dugaan rekaman dari kamera tersebut telah diunggah ke internet sebelum perangkat itu ditemukan.
"Yang lebih mengkhawatirkan adalah klaim bahwa rekaman dari kamera-kamera ini mungkin telah diunggah secara daring sebelum kamera-kamera tersebut ditemukan," ujarnya.
Lambie mempertanyakan berapa banyak pelaut perempuan yang menjadi korban perekaman tanpa persetujuan. Ia juga menyoroti risiko penyebaran konten pribadi secara ilegal.
"Berapa banyak pelaut wanita kita yang tanpa sadar direkam dalam momen paling pribadi mereka? Berapa banyak rekaman yang telah disebarkan secara daring sejauh ini, disimpan atau diunggah tanpa sepengetahuan atau persetujuan?" kata Lambie.
Ia menegaskan Angkatan Laut Australia harus menjawab pertanyaan tersebut.
Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Australia membenarkan temuan alat perekam di HMAS Leeuwin. Namun, belum ada keterangan rinci mengenai lokasi penemuan.
"Kementerian Pertahanan menanggapi insiden ini dengan sangat serius dan tidak menoleransi perilaku yang tidak dapat diterima dalam bentuk apa pun," tulis pernyataan resmi kementerian.
Kementerian menyebut HMAS Leeuwin masih berada di dermaga untuk mendukung proses penyelidikan sekaligus memberikan dukungan langsung kepada para awak kapal.
"Kesejahteraan individu tetap menjadi prioritas pertahanan, dan dukungan terus diberikan," lanjut pernyataan tersebut.
Kasus ini kini telah dirujuk ke Unit Polisi Militer Gabungan untuk diselidiki lebih lanjut. Kementerian Pertahanan menyatakan belum dapat memberikan komentar tambahan karena penyelidikan masih berjalan dan demi melindungi privasi pihak terkait.(CNN/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Atap Sekolah Ambruk, 32 Anak dan Guru Tewas di Peshawar





















































