Friday, October 16, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Atap Sekolah Ambruk, 32 Anak dan Guru Tewas di Peshawar

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 17.43 WIB
atap_sekolah_ambruk_32_anak_dan_guru_tewas_di_peshawar_

Atap sekolah rubuh tewaskan puluhan siswa di Pakistan pada Kamis (15/10). (Foto: AFP/Abdul Majeed)

Peshawar, MISTAR.ID (16/10/2026) — Atap sebuah sekolah roboh menewaskan 32 siswa yang sebagian besar berusia di bawah 14 tahun dan seorang guru di Kota Peshawar, Pakistan, pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat.

Insiden tersebut juga menyebabkan 20 siswa lainnya dilarikan ke rumah sakit. Warga bersama tim penyelamat berupaya mengevakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Pihak berwenang menduga bangunan sekolah tersebut runtuh akibat kondisi infrastruktur yang sudah rusak parah. Pemilik sekolah juga telah ditahan untuk kepentingan penyelidikan.

Seorang warga bernama Sohail mengatakan kepada AFP bahwa suasana di sekitar sekolah berubah panik setelah kabar bangunan runtuh tersebar. Keponakannya yang berhasil menyelamatkan diri dari bangunan tersebut lebih dulu memberi tahu keluarga mengenai kejadian itu.

"Saat tiba di lokasi, saya melihat sekitar 10 hingga 15 anak terjebak di bawah reruntuhan, dengan puing-puing menumpuk hingga setinggi leher mereka. Kami segera menarik mereka keluar," ujar Sohail.

Pihak Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, Asim Khan, mengatakan jumlah korban tewas mencapai 33 orang hingga Kamis (15/10/2026) malam. Korban terdiri dari 32 siswa berusia sekitar empat hingga 14 tahun dan seorang guru perempuan.

Sebagian besar siswa yang sempat dibawa ke rumah sakit telah diperbolehkan pulang. Namun, tiga anak yang mengalami cedera kepala masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Juru bicara layanan penyelamatan darurat Rescue 1122 di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Bilal Ahmad Faizi, mengatakan atap bangunan yang runtuh menimpa bagian atap lainnya. Akibatnya, ruang kelas di bawahnya hancur dan menjebak sejumlah siswa.

"Ketika tim tanggap darurat Rescue 1122 tiba di lokasi, mereka mendapati satu atap telah runtuh menimpa atap lainnya, yang menyebabkan ruang kelas di bawahnya hancur dan menjebak anak-anak di dalamnya," kata Faizi.

Seorang pejabat senior di Peshawar mengatakan laporan awal menunjukkan atap sekolah ambruk akibat kondisi infrastruktur yang lemah. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

"Pemilik sekolah telah ditahan," ujar pejabat tersebut kepada AFP dengan syarat identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada media.

Duka Mendalam

Tragedi tersebut memicu duka mendalam di Pakistan. Jenazah para korban yang dibungkus kain putih dibawa keluar dari rumah sakit, sementara sejumlah sukarelawan datang untuk membantu proses identifikasi.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui unggahan di platform X.

"Rasa duka dan kesedihan yang mendalam atas hilangnya nyawa-nyawa berharga," tulis Sharif.

"Hati saya tertuju pada keluarga yang ditinggalkan oleh anak-anak serta guru yang kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini," lanjut Sharif.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, juga menyebut insiden tersebut sebagai tragedi yang memilukan.

Sementara itu, warga Peshawar, Sher Ahmed, menduga penggunaan material konstruksi yang tidak memenuhi standar turut menyebabkan bangunan sekolah runtuh. Ia mendesak pemerintah menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab.

"Dengan duka dan kesedihan yang mendalam, saya mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab, agar tragedi serupa dapat dicegah di masa depan," ujarnya.

Runtuhnya bangunan menjadi persoalan yang berulang di Pakistan.

Buruknya standar keselamatan dan penggunaan material konstruksi yang tidak memenuhi ketentuan kerap dikaitkan dengan berbagai insiden serupa di negara Asia Selatan yang berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa tersebut.

Pada Juni, belasan anak dilaporkan tewas setelah atap sebuah tempat bimbingan belajar runtuh di Lahore, Pakistan timur.

Sementara itu, pada 2025, sebanyak 27 orang tewas dan 10 lainnya terluka ketika sebuah bangunan berlantai lima ambruk di kawasan Lyari, Karachi, Pakistan selatan.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN