Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Turki Selamatkan Bangkai Kapal Perang Dunia I

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 15.05 WIB
turki_selamatkan_bangkai_kapal_perang_dunia_i

Bangkai kapal Perang Dunia I. (Foto: Maritime World)

news_banner

Ankara, MISTAR.ID – Turki mulai menggunakan teknologi khusus untuk mencegah bangkai kapal perang peninggalan Perang Dunia I di Selat Dardanella hancur akibat korosi air laut.

Proyek pelestarian ini diawali dengan pemasangan enam perangkat anoda pengorbanan di sekitar HMS Louis, kapal perusak Inggris yang tenggelam dalam kampanye Gallipoli pada 1915.

HMS Louis terkena tembakan artileri pantai Turki pada Oktober 1915 sebelum akhirnya tenggelam di Teluk Suvla. Untuk memperlambat kerusakan badan kapal, otoritas Turkiye memasang perangkat berbentuk batang yang terbuat dari seng, tembaga, dan aluminium. Perangkat tersebut dihubungkan ke bangkai kapal menggunakan kabel logam.

Anoda pengorbanan dirancang agar mengalami korosi lebih dahulu sehingga proses kerusakan logam pada badan kapal dapat ditekan. Teknik ini dikenal sebagai perlindungan katodik (cathodic protection).

Dilansir The Telegraph, Selasa (13/10/2026), HMS Louis merupakan salah satu dari 100 bangkai kapal perang Inggris dan Ottoman yang berada di dasar Selat Dardanella. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi dengan konsentrasi bangkai kapal Perang Dunia I terbesar di dunia.

Yusuf Kartal, kepala proyek di kawasan bersejarah tersebut, mengatakan hampir 100 kapal, baik berukuran besar maupun kecil, tenggelam selama pertempuran. Ratusan orang juga kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.

"Kami mulai mencari cara untuk melindungi bangkai kapal bersejarah ini sebelum korosi menyebabkan kondisinya memburuk dan akhirnya hilang sepenuhnya," kata Kartal.

Menurut Kartal, bangkai kapal tersebut bukan sekadar sisa-sisa armada perang. “Melainkan monumen bersejarah yang menyimpan kisah orang-orang yang kehilangan nyawa di lokasi tersebut,” ucapnya. (the telegraph)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN