Penjara Hampir Penuh, Inggris Bebaskan Ribuan Narapidana Lebih Awal

Penjara. (Foto: Corporate Watch)
London, MISTAR.ID – Inggris dan Wales mulai membebaskan ribuan narapidana lebih awal yang memenuhi kriteria untuk mengatasi krisis kelebihan kapasitas penjara. Pembebasan sudah dimulai sejak Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan laporan kantor berita Inggris, PA Media, Selasa (13/10/2026), pembebasan tersebut dilakukan setelah pemerintah memperkirakan kapasitas penjara akan semakin tertekan.
Jumlah narapidana sudah mencapai 97-98 persen dari kapasitas rumah tahanan (rutan) pada Agustus 2026. Diprediksi, November 2026 tidak akan ada lagi tempat bagi tahanan yang baru masuk.
Kemudian, kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi sistem peradilan pidana yang disahkan ketika Keir Starmer masih menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris.
Aturan baru menyebutkan, narapidana dewasa yang dihukum atas tindak pidana tertentu yang tidak tergolong berat dapat dibebaskan setelah menjalani sepertiga masa hukuman. Sebelumnya, mereka harus menjalani 40 persen atau setengah masa hukuman.
Sementara itu, sebagian narapidana lainnya dapat keluar setelah menjalani setengah masa hukuman atau lebih cepat dibandingkan ketentuan sebelumnya yang mensyaratkan dua pertiga masa hukuman. Narapidana yang divonis atas kejahatan paling berat tidak dapat dibebaskan.
Meski telah dibebaskan, Kementerian Kehakiman menyatakan pengawasan terhadap para narapidana yang dibebaskan akan ketat. Pemerintah Inggris akan membuat aturan dengan membatasi aktivitas dan pergerakan narapidana yang dibebaskan.
Pembatasan yang diterapkan antara lain melarang narapidana mengunjungi pub, kelab malam, dan pertandingan sepak bola. Selain itu, tes narkoba secara acak mulai diterapkan tahun depan.
Meski ditujukan untuk mengurangi kepadatan penjara, kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak. (pa media)




















































