Rubio Dijadwalkan ke Roma dan Vatikan di Tengah Ketegangan Trump dengan Paus Leo XIV

Presiden AS Donald Trump dan Menlu AS Marco Rubio (kiri). (foto: getty images/mistar)
Amerika Serikat, MISTAR.ID
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dijadwalkan melakukan kunjungan ke Roma dan Vatikan pekan ini, di tengah memanasnya hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Paus Leo XIV.
Mengutip AFP, Minggu (3/5/2026), Rubio—yang diketahui beragama Katolik—direncanakan bertemu dengan Pietro Parolin serta Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, berdasarkan keterangan sumber pemerintah Italia.
Selain itu, media setempat melaporkan Rubio juga akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto selama kunjungan yang berlangsung Kamis hingga Jumat.
Kunjungan ini berlangsung tak lama setelah munculnya ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV, terutama terkait sikap Paus yang vokal menentang perang. Media Italia bahkan menyebut agenda Rubio sebagai upaya untuk “mencairkan” hubungan yang sempat merenggang.
Sejak terpilih pada 8 Mei 2025 menggantikan Paus Fransiskus, Paus Leo XIV kerap menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Trump, termasuk pendekatan keras terhadap isu imigrasi.
Ketegangan memuncak setelah Paus secara terbuka mengecam ancaman Trump terhadap Iran. Pada 7 April lalu, ia menyebut rencana penghancuran Iran sebagai langkah yang “tidak dapat diterima” dan menyerukan warga Amerika untuk mendorong para legislator mengutamakan perdamaian.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Trump. Melalui media sosial, ia menyebut Paus sebagai “lemah dalam menghadapi kejahatan” dan menilai pandangannya buruk bagi kebijakan luar negeri AS. Trump juga menegaskan dirinya bukan pengagum Paus Leo XIV.
Perselisihan turut melibatkan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang membela Paus dan menyebut kritik Trump sebagai tidak pantas. Pernyataan itu justru memicu respons lanjutan dari Trump.
“Saya terkejut padanya. Saya pikir dia memiliki keberanian, tetapi saya salah,” ujar Trump dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera.
Trump juga mengkritik peran Italia dalam NATO dan bahkan mengancam akan menarik pasukan AS dari negara tersebut. Ancaman serupa sebelumnya juga diarahkan ke Spanyol, sementara Pentagon telah mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 personel militer AS dari Jerman.
NEXT ARTICLE
Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan 294 Anak


















