Ribuan Warga Protes Rencana Trump Ambil Alih Greenland

Warga di Greenland demo tolak rencana Trump. (Foto: AFP/Alessandro Rampazzo)
Nuuk, MISTAR.ID
Ribuan warga Greenland dan Denmark menggelar demonstrasi menentang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Para demonstran menegaskan Greenland tidak untuk dijual dan menolak segala bentuk aneksasi oleh AS.
Aksi unjuk rasa berlangsung serentak di sejumlah kota di Denmark, termasuk Kopenhagen, serta di ibu kota Greenland, Nuuk, Sabtu (17/1/2026). Demonstrasi ini bertepatan dengan kunjungan delegasi Kongres AS ke Kopenhagen.
Dalam aksinya, para demonstran membawa spanduk bertuliskan “Jangan Sentuh Greenland”, “Greenland untuk Rakyat Greenland”, dan “Greenland tidak untuk dijual”. Di Nuuk, massa bergerak menuju Konsulat AS sambil menyuarakan penolakan terhadap rencana Washington.
Rencana Trump menuai kecaman luas setelah ia kembali menyatakan tidak menutup kemungkinan mengambil alih Greenland, yang dinilainya strategis bagi keamanan nasional AS. Trump bahkan menyebut wilayah itu bisa diperoleh “dengan cara mudah” atau “dengan cara sulit”, yang diartikan sebagai pembelian atau pengambilalihan secara paksa.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya. Mulai 1 Februari 2026, AS akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap produk dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Tarif tersebut disebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 hingga tercapai “kesepakatan pembelian Greenland secara lengkap dan total”.
Menanggapi hal itu, Senator Demokrat AS Chris Coons yang turut dalam delegasi Kongres menyebut retorika Trump sebagai “tidak konstruktif”. Sebagian besar delegasi Kongres AS yang berkunjung ke Denmark merupakan anggota Partai Demokrat, meski turut disertai sejumlah Republikan moderat.
Politisi Greenland Erik Jensen menegaskan pentingnya persatuan warga dalam menolak rencana tersebut. “Greenland tidak untuk dijual. Kami tidak ingin menjadi bagian dari AS atau dianeksasi oleh AS,” ujarnya kepada Reuters.
Protes tersebut diorganisir oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Greenland dan Denmark. Kepala kelompok payung asosiasi Inuit, Camilla Siezing, menuntut penghormatan terhadap kedaulatan Denmark dan hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen turut bergabung dalam demonstrasi di Nuuk. Ia bersama warga membawa spanduk bertuliskan “Kami membentuk masa depan kami”.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan sekitar 85 persen warga Greenland menentang bergabungnya wilayah tersebut dengan Amerika Serikat. Sejumlah negara Eropa juga menyatakan dukungan terhadap Denmark, menegaskan bahwa keamanan kawasan Arktik merupakan tanggung jawab kolektif NATO.
Prancis, Jerman, Swedia, Norwegia, Finlandia, Belanda, dan Inggris dilaporkan telah mengirim pasukan dalam jumlah terbatas ke Greenland dalam misi pengintaian. Sementara itu, di Amerika Serikat sendiri, rencana akuisisi Greenland juga menuai skeptisisme.
Di sisi lain, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan kehidupan warga Greenland akan “lebih aman, lebih kuat, dan lebih makmur” jika berada di bawah Amerika Serikat. Ia menilai Denmark tidak memiliki sumber daya dan kapasitas yang memadai untuk mengelola wilayah Arktik tersebut. (hm25)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















