Ratko Mladic ‘Jagal Bosnia’ Meninggal di Den Haag pada Usia 84 Tahun

Ratko Mladic, berdiri menjelang pembacaan putusan banding di Mekanisme Residual Internasional PBB untuk Pengadilan Pidana (IRMCT) di Den Haag, Belanda, 8 Juni 2021. (foto: Jerry Lampen/Pool via Reuters)
Den Haag, MISTAR.ID - Ratko Mladic, mantan komandan militer Serbia Bosnia yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas genosida dan kejahatan perang, meninggal dunia di Den Haag, Belanda, Kamis (27/8/2026), pada usia 84 tahun.
Dilansir Al Jazeera, Jumat (28/8/2026), Mladic meninggal saat menjalani masa tahanan di Den Haag. Sejumlah laporan menyebut kematiannya terjadi sekitar pukul 14.23 waktu setempat atau 19.23 WIB.
Awal tahun ini, Serbia sempat meminta agar Mladic diperbolehkan menjalani perawatan medis di luar penjara. Pemerintah Serbia menyebut kondisi kesehatannya serius dan membutuhkan penanganan medis intensif.
Namun, Mekanisme Residual Internasional PBB untuk Pengadilan Pidana menyatakan Mladic telah mendapatkan perawatan medis yang memadai selama berada dalam tahanan.
Mladic dikenal luas dengan julukan “Jagal Bosnia”. Ia merupakan salah satu komandan militer paling dikenal dan kontroversial dalam perang yang terjadi setelah pecahnya Yugoslavia.
Pengadilan internasional menyatakan Mladic bersalah atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang selama konflik Bosnia dan Herzegovina pada 1992-1995. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Nama Mladic paling erat dikaitkan dengan genosida Srebrenica pada Juli 1995.
Pasukan Serbia Bosnia di bawah komandonya merebut Srebrenica meski wilayah tersebut telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai zona aman.
Setelah wilayah itu jatuh, lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Bosniak atau Muslim Bosnia dibunuh dalam beberapa hari.
Sebagian korban ditangkap dan dieksekusi di sekitar Srebrenica, sementara lainnya dibunuh ketika berusaha melarikan diri melalui hutan menuju wilayah yang dikuasai tentara Bosnia dan Herzegovina.
Jasad korban kemudian ditemukan di sejumlah kuburan massal. Hingga kini, sisa jasad sekitar 1.000 korban masih dicari. Pengadilan internasional menetapkan pembantaian tersebut sebagai genosida.
Selain Srebrenica, Mladic juga dinyatakan bertanggung jawab atas kampanye teror terhadap warga sipil Sarajevo.
Pasukan Serbia Bosnia mengepung Sarajevo selama hampir 44 bulan dengan serangan artileri dan penembak jitu dari perbukitan di sekitar kota. Lebih dari 11.500 orang dari berbagai kelompok etnis dilaporkan tewas selama pengepungan.
Setelah perang berakhir pada 1995, Mladic menghindari penangkapan selama hampir 16 tahun. Ia akhirnya ditangkap di Desa Lazarevo, Serbia, pada Mei 2011 di rumah seorang kerabat.
Beberapa hari kemudian, ia dipindahkan ke Den Haag untuk menjalani persidangan di Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia.
Pada 2017, Mladic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas berbagai kejahatan selama Perang Bosnia. Putusan tersebut kemudian tetap berlaku setelah proses banding.
Meski telah divonis sebagai penjahat perang, Mladic masih mendapat dukungan dari sebagian kelompok nasionalis Serbia. Mural bergambar dirinya masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah berpenduduk mayoritas Serbia.
Sebaliknya, bagi keluarga korban dan penyintas Perang Bosnia, nama Mladic menjadi simbol genosida Srebrenica dan berbagai kekejaman selama konflik tersebut.
Majelis Umum PBB pada Mei 2024 menetapkan 11 Juli sebagai Hari Internasional Refleksi dan Peringatan Genosida Srebrenica 1995 untuk mengenang para korban dan melawan penyangkalan terhadap genosida. (*)























