Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Perdana Menteri Bangladesh yang Baru Resmi Dilantik

Mistar.idRabu, 18 Februari 2026 pukul 13.30 WIB
perdana_menteri_bangladesh_yang_baru_resmi_dilantik

Tarique Rahman. (Foto: New Age)

news_banner

Dhaka, MISTAR.ID

Pemimpin Partai Nasional Bangladesh (BNP), Tarique Rahman, resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-11 Bangladesh pada Selasa (17/2/2026).

Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin, memimpin pengambilan sumpah Rahman bersama 49 anggota kabinet dalam upacara di depan gedung parlemen di ibu kota, Dhaka.

Pada hari yang sama, sebanyak 297 anggota parlemen, termasuk dari blok yang dipimpin Bangladesh Jamaat-e-Islami, juga dilantik sebagai anggota parlemen ke-13.

Parlemen tersebut terbentuk melalui pemilu pekan lalu, yang menjadi pemilu pertama sejak pemberontakan 2024 menggulingkan pemerintahan Liga Awami setelah 15 tahun berkuasa.

Upacara pelantikan turut dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat asing, termasuk kepala pemerintahan sementara sekaligus peraih Nobel, Muhammad Yunus, beserta timnya.

Beberapa tamu luar negeri yang hadir antara lain Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal, serta Wakil Menteri Inggris Seema Malhotra.

Pemerintahan sementara memimpin Bangladesh sejak 8 Agustus 2024, menyusul pelarian pemimpin Liga Awami sekaligus mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina ke India pada 5 Agustus.

Di bawah kepemimpinan Yunus, pemilu akhirnya digelar pekan lalu dan menghasilkan pemerintahan terpilih pertama dalam 18 bulan terakhir. Liga Awami tidak diizinkan berpartisipasi, sementara BNP bersama sekutunya meraih mayoritas dua pertiga dengan memenangkan 212 kursi.

Dari total 300 kursi parlemen, pemungutan suara untuk tiga kursi ditunda. Adapun 50 kursi tambahan yang diperuntukkan bagi perempuan akan dialokasikan kepada partai-partai sesuai persentase suara yang diperoleh.

Lebih dari 127,6 juta warga Bangladesh memiliki hak pilih dalam pemilu tersebut. Tingkat partisipasi tercatat 59,44 persen, meningkat dibandingkan 41,8 persen pada pemilu Januari 2024.

Selain itu, referendum yang digelar bersamaan mengenai reformasi konstitusi juga mendapat dukungan mayoritas, dengan lebih dari 60 persen pemilih menyetujui usulan perubahan tersebut. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN