Baru Empat Bulan Menjabat jadi Presiden Peru, Jose Jeri Dimakzulkan

Jose Jeri. (Foto: Arab News)
Lima, MISTAR.ID
Kongres Peru resmi memakzulkan Presiden interim Jose Jeri, pada Selasa (18/2/2026), yang baru menjabat empat bulan belakangan.
Jeri tercatat sebagai presiden ketujuh Peru dalam satu dekade terakhir dan kembali menambah daftar kepala negara yang tersingkir akibat dugaan penyalahgunaan kekuasaan.
Politikus berusia 39 tahun itu dituding terlibat dalam perekrutan tidak wajar sejumlah perempuan di lingkaran pemerintahannya serta dugaan gratifikasi yang berkaitan dengan seorang pengusaha asal China.
Pemakzulan berlangsung hanya beberapa pekan sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 12 April mendatang.
Jeri naik ke kursi kepresidenan pada Oktober tahun lalu menggantikan Dina Boluarte, yang juga dimakzulkan di tengah gelombang protes terkait kasus korupsi dan meningkatnya kekerasan akibat kejahatan terorganisir.
Saat itu, Jeri masih menjabat sebagai ketua parlemen unikameral dan ditunjuk menyelesaikan sisa masa jabatan hingga Juli 2026. Sesuai konstitusi, ia tidak diperbolehkan maju dalam pemilu.
Kasus yang menyeret namanya mencuat setelah program investigasi televisi Cuarto Poder mengungkap dugaan bahwa lima perempuan memperoleh posisi di kantor presiden dan Kementerian Lingkungan Hidup setelah bertemu dengannya.
Namun, jaksa menyebut jumlahnya mencapai sembilan orang. Pekan lalu, penyelidikan resmi dibuka untuk mendalami apakah kepala negara menggunakan pengaruh secara tidak semestinya dalam penunjukan jabatan.
Jeri membantah seluruh tuduhan dan menyatakan dirinya tidak bersalah. Selain itu, ia juga diperiksa terkait dugaan “sponsor ilegal kepentingan” setelah terungkap adanya pertemuan tertutup dengan seorang pengusaha China yang memiliki relasi bisnis dengan pemerintah.
Krisis menjelang pemilu
Pelengseran Jeri terjadi di tengah situasi politik yang dinilai rapuh. Sejumlah analis menduga ada manuver politik di balik keputusan Kongres, mengingat pemilu tinggal hitungan pekan dan lebih dari 30 kandidat telah mendaftarkan diri.
Kandidat dari partai sayap kanan Popular Renewal yang memimpin survei, Rafael Lopez Aliaga, termasuk tokoh yang paling keras menyerukan pemakzulan Jeri.
Kongres dijadwalkan memilih ketua parlemen baru pada Rabu (19/2/2026). Ketua yang terpilih otomatis akan merangkap sebagai presiden interim hingga Juli, sampai presiden hasil pemilu resmi dilantik.
Analis politik Augusto Alvarez sebelumnya memperingatkan sulitnya mencari figur pengganti yang memiliki legitimasi kuat di tengah rendahnya kepercayaan publik terhadap parlemen.
“Kongres saat ini dibayangi mediokritas dan kecurigaan luas terhadap praktik korupsi,” kata Augusto.
Tujuh presiden dalam satu dekade
Sejak 2016, Peru telah dipimpin tujuh presiden. Beberapa di antaranya dimakzulkan, diselidiki, bahkan divonis bersalah atas pelanggaran hukum. Pergantian kekuasaan yang berulang mencerminkan krisis institusional berkepanjangan di negara tersebut.
Di saat bersamaan, Peru juga menghadapi lonjakan aksi pemerasan yang telah merenggut puluhan korban jiwa, terutama sopir bus. Sejumlah pengemudi ditembak saat bekerja karena perusahaan mereka menolak membayar uang perlindungan kepada kelompok kriminal.
Dalam dua tahun terakhir, laporan kasus pemerasan melonjak lebih dari sepuluh kali lipat, dari 2.396 kasus menjadi lebih dari 25.000 kasus pada 2025. Lonjakan ini semakin menekan stabilitas politik dan keamanan nasional Peru. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Perdana Menteri Bangladesh yang Baru Resmi Dilantik





















