Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Paus Leo Serukan Persatuan Umat Kristen dan Kutuk Kekerasan atas Nama Agama

Mistar.idJumat, 28 November 2025 pukul 20.29 WIB
paus_leo_serukan_persatuan_umat_kristen_dan_kutuk_kekerasan_atas_nama_agama

Paus Leo XIV dalam ibadah doa ekumenis di dekat penggalian arkeologi Basilika Santo Neophytos kuno, selama perjalanan apostolik pertamanya, di Iznik, Turki. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Iznik, MISTAR.ID

Paus Leo XIV mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama agama dalam sebuah acara penting bersama para pemimpin Kristen dari seluruh Timur Tengah pada Jumat (28/11/2025).

Dalam kunjungan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik, Paus menyerukan agar seluruh pihak mengatasi perpecahan yang telah berlangsung berabad-abad.

Dalam perayaan 1.700 tahun Konsili Gereja yang dihadiri ulama senior dari Turki, Mesir, Suriah, dan Israel, Paus Leo menyayangkan bahwa 2,6 miliar umat Kristen di dunia masih terpecah-pecah.

“Seluruh umat manusia yang tengah menderita akibat kekerasan dan konflik menyerukan rekonsiliasi,” ujarnya dilansir dari Reuters dalam upacara di Iznik, Turki dahulu dikenal sebagai Nicea tempat Kredo Nicea dideklarasikan dan masih digunakan oleh sebagian besar umat Kristen.

“Kita harus menolak penggunaan agama untuk membenarkan perang, kekerasan, atau segala bentuk fundamentalisme dan fanatisme. Jalan yang harus ditempuh adalah perjumpaan, dialog, dan kerja sama persaudaraan,” tegas Paus Leo, paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.

Upacara tersebut dihadiri pemimpin gereja dari berbagai denominasi yang berdoa dalam bahasa Inggris, Yunani, dan Arab, serta menyalakan lilin di dekat reruntuhan basilika abad ke-4 yang kini berada di bawah air. Acara ini menjadi tujuan utama kunjungan empat hari Paus Leo di Turki.

Ratusan warga memadati area tepi danau tempat acara berlangsung. Hadir pula Patriark Ekumenis Bartholomew, pemimpin spiritual 260 juta umat Kristen Ortodoks, yang mengajak para pemimpin gereja untuk “melangkah maju bersama”, bukan sekadar mengenang masa lalu.

Namun Gereja Ortodoks Rusia absen dalam perayaan tersebut, memperlihatkan ketegangan yang masih berlangsung. Patriarkat Moskow memutus hubungan dengan Bartholomew pada 2018 setelah pengakuan terhadap Gereja Ortodoks Ukraina yang independen.

Sebagai bagian dari kunjungannya, Paus Leo pada Kamis (27/11/2025) bertemu Presiden Turki, Tayyip Erdogan, dan menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya konflik global.

Menurut data Vatikan, jumlah umat Katolik di Turki hanya sekitar 33.000 dari total populasi 85 juta jiwa. Meski demikian, negara tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi Kekristenan karena pernah menjadi tempat hidup para santo awal, termasuk Rasul Filipus, Paulus, dan Yohanes.

Paus Leo juga bertemu dengan jemaat Katolik di Katedral Roh Kudus di Istanbul, menyerukan agar mereka fokus membantu para migran, bukan mengejar pengaruh politik. Turki saat ini menampung hampir empat juta orang asing, termasuk 2,4 juta warga Suriah.

Selain Turki, Paus Leo juga akan mengunjungi Lebanon dalam rangkaian perjalanan selama enam hari. Lebanon, negara dengan populasi Kristen terbesar di Timur Tengah, tengah menghadapi dampak konflik Gaza dan kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Para pemimpin Lebanon berharap kedatangan Paus Leo dapat menarik perhatian global pada krisis yang mereka hadapi, termasuk beban pengungsian dan ekonomi yang memburuk. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN