Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pakistan Serang Kabul dan Kandahar, Ketegangan dengan Taliban Kembali Memanas

Mistar.idJumat, 27 Februari 2026 pukul 09.07 WIB
pakistan_serang_kabul_dan_kandahar_ketegangan_dengan_taliban_kembali_memanas_

Pakistan mengaku telah membombardir Ibu Kota Kabul dan Kandahar, Afghanistan, beberapa jam setelah pasukan rezim Taliban menyerang tentara perbatasannya. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Islamabad, MISTAR.ID

Situasi di perbatasan Pakistan–Afghanistan kembali memanas setelah militer Pakistan mengklaim melancarkan serangan udara ke sejumlah kota di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul dan Kandahar, Jumat (27/8/2026).

Pemerintah Pakistan menyatakan operasi tersebut menyasar target pertahanan Taliban di Kabul, Paktia, dan Kandahar. Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, melalui platform X menyebut serangan itu sebagai respons atas aksi militer Taliban di wilayah perbatasan.

Di Kabul, laporan kantor berita AFP menyebut terdengar suara jet tempur dan sejumlah ledakan selama lebih dari dua jam, disusul rentetan tembakan. Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Kandahar, yang dikenal sebagai basis Pemimpin Tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada.

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi adanya serangan udara dari Pakistan, namun menegaskan tidak ada korban jiwa akibat gempuran tersebut. Sebelumnya, pihak Taliban mengumumkan operasi ofensif besar-besaran di perbatasan sebagai balasan atas dugaan pelanggaran berulang oleh militer Pakistan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya tewas dalam operasi darat. Seorang pejabat di Provinsi Nangarhar Province juga menyebut tujuh warga sipil terluka setelah mortir menghantam kamp pengungsi dekat perlintasan Torkham. Satu perempuan dilaporkan dalam kondisi kritis.

Ketegangan meningkat setelah Pakistan beberapa hari sebelumnya menggempur wilayah Afghanistan menyusul serangkaian serangan bom bunuh diri di negaranya. Salah satu serangan terjadi di sebuah masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan 40 orang dan diklaim oleh Islamic State.

Afiliasi regional kelompok tersebut, Islamic State Khorasan Province, juga mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di sebuah restoran di Kabul bulan lalu.

Misi United Nations di Afghanistan sebelumnya melaporkan sedikitnya 13 warga sipil tewas akibat serangan di Provinsi Nangarhar dan Paktika. Pemerintah Taliban menyebut total korban tewas mencapai sedikitnya 18 orang, serta membantah klaim Pakistan yang menyatakan lebih dari 80 pasukannya telah dilumpuhkan.

Hubungan Islamabad dan Kabul memang memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah perlintasan perbatasan ditutup sejak bentrokan Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua belah pihak.

Upaya mediasi sempat dilakukan oleh Qatar dan Turkey, namun belum membuahkan gencatan senjata jangka panjang. Bahkan Saudi Arabia turut memfasilitasi pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditahan Afghanistan.

Pakistan menuduh Taliban gagal menindak kelompok militan yang menyerang wilayahnya, tudingan yang terus dibantah oleh pemerintah Afghanistan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN