New York Tetapkan Darurat Campak, Kasus Tembus Ribuan di AS

Ilustrasi campak (Foto: Istimewa/Mistar)
New York, MISTAR.ID - New York menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menetapkan keadaan darurat di seluruh wilayahnya akibat meningkatnya kasus campak.
Keputusan tersebut diambil ketika Amerika Serikat kembali menghadapi lonjakan penyakit yang sebelumnya dinyatakan telah diberantas dari penularan endemik di negara itu pada 2000.
Gubernur New York Kathy Hochul mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk memperkuat penanganan wabah yang masih berlangsung di sejumlah wilayah pedesaan New York dan negara bagian di sekitarnya.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah negara bagian dapat mempercepat respons terhadap penyebaran campak, sekaligus meningkatkan upaya vaksinasi dan pemeriksaan terhadap warga yang diduga terinfeksi.
Tenaga Kesehatan yang Bisa Berikan Vaksin Diperluas
Aturan baru tersebut juga memperluas kelompok tenaga kesehatan yang diperbolehkan memberikan vaksin campak.
Paramedis, penyedia layanan EMS tingkat lanjut, apoteker, serta bidan kini dapat memberikan vaksin. Selain itu, perawat dan dokter diperbolehkan memesan pemeriksaan campak untuk mempercepat proses deteksi terhadap pasien yang memiliki gejala.
Hochul juga mengimbau masyarakat agar mendapatkan vaksinasi untuk melindungi diri dari berbagai penyakit menular. Ia sendiri telah menerima vaksin influenza musiman.
Kasus Campak Terus Bertambah
Hingga 3 Oktober, tercatat 108 kasus campak terkonfirmasi di New York sepanjang tahun ini. Sebanyak tujuh kasus berada di New York City, sedangkan 101 kasus lainnya ditemukan di berbagai wilayah negara bagian tersebut.
Lonjakan di New York terjadi bersamaan dengan peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah Amerika Serikat.
Pennsylvania menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus yang tinggi. Hingga 5 Oktober, otoritas kesehatan negara bagian tersebut melaporkan 1.004 kasus terkonfirmasi yang tersebar di 39 county.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun penularan campak secara endemik telah dinyatakan tereliminasi di AS lebih dari dua dekade lalu, penyakit tersebut masih dapat kembali memicu wabah.
Mengapa Campak Kembali Merebak?
Campak merupakan penyakit akibat virus yang sangat mudah menular. Penularan terutama terjadi melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau bernapas.
Gejala dapat berupa demam tinggi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mata merah atau berair, pilek, dan batuk. Ruam khas juga dapat muncul setelah beberapa hari.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah penurunan cakupan vaksinasi MMR pada anak-anak. Cakupan vaksinasi nasional disebut telah berada di bawah tingkat 95 persen yang dianggap penting untuk menjaga perlindungan komunitas.
Risiko penyebaran juga meningkat karena aktivitas campak di berbagai negara. Pelancong yang belum mendapatkan vaksin dapat tertular di luar negeri dan membawa virus tersebut kembali ke Amerika Serikat.
Kerumunan dalam jumlah besar, termasuk selama musim liburan dan kegiatan perkemahan, juga dapat meningkatkan peluang penularan di antara orang yang belum memiliki kekebalan.
Vaksinasi Jadi Perlindungan Utama
Vaksinasi menjadi salah satu langkah utama untuk mencegah infeksi campak.
Di Amerika Serikat, vaksin MMR memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubella. Sementara itu, vaksin MMRV juga memberikan perlindungan terhadap varisela atau cacar air.
Vaksinasi sesuai jadwal rekomendasi dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap campak dan membantu mengurangi risiko penyebaran virus di masyarakat.
Meningkatnya kasus di sejumlah negara bagian menjadi perhatian karena campak memiliki tingkat penularan yang tinggi. Kondisi tersebut juga membuat upaya mempertahankan cakupan vaksinasi menjadi semakin penting untuk mencegah wabah yang lebih luas.


















































