Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump 2 Kali Tolak Permintaan Saudi Bantu Lawan Houthi Yaman

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 15.28 WIB
trump_2_kali_tolak_permintaan_saudi_bantu_lawan_houthi_yaman

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan membantu Riyadh melawan milisi Houthi Yaman. (Foto: Reuters)

news_banner

New York, MISTAR.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut dua kali menolak permintaan Arab Saudi untuk memberikan bantuan militer dalam menghadapi serangan kelompok Houthi di Yaman.

Menurut laporan Al Jazeera, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bahkan telah berbicara langsung dengan Trump setidaknya dua kali untuk meminta dukungan militer dari Washington.

Permintaan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat. Di saat yang sama, Amerika Serikat masih menghadapi konflik dengan Iran yang belum berakhir.

Saudi Minta Bantuan Militer AS

Selain MBS, Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman juga disebut berupaya mendapatkan bantuan Washington. Ia menyampaikan permintaan tersebut melalui Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Khalid meminta Amerika Serikat melakukan serangan militer untuk membantu melindungi Arab Saudi dari serangan Houthi.

Namun, permintaan tersebut tidak mendapat persetujuan dari pemerintahan Trump.

Sumber yang dikutip Al Jazeera menyebut keputusan Washington berkaitan dengan fokus pemerintahan Trump terhadap konflik AS dengan Iran. Karena itu, dukungan yang diberikan kepada Saudi sejauh ini disebut masih terbatas pada bantuan tertentu dan pertukaran informasi intelijen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Arab Saudi selama ini merupakan salah satu mitra penting Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Houthi Serang Dua Bandara Saudi

Di tengah situasi tersebut, serangan antara Arab Saudi dan Houthi masih terus berlangsung.

Kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan terhadap dua bandara di wilayah Arab Saudi, yakni Abha International Airport dan King Khalid International Airport di Riyadh.

Serangan yang berlangsung pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10) tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lebih dari 30 orang lainnya mengalami luka.

Arab Saudi kemudian melancarkan serangan balasan terhadap posisi Houthi di Yaman.

Koalisi yang dipimpin Saudi mengklaim telah menghancurkan fasilitas peluncur rudal balistik milik Houthi yang disebut digunakan dalam serangan terhadap kedua bandara tersebut.

Juru bicara koalisi Saudi, Kolonel Turki Al Maliki, mengatakan operasi penghancuran dilakukan di Sanaa ketika serangkaian serangan terhadap wilayah Saudi berlangsung.

Situasi tersebut menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Saudi dan Houthi di tengah konflik regional yang juga melibatkan Amerika Serikat dan Iran.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN