Bukan di Indonesia, Ijazah Bung Hatta Ternyata Dipajang Abadi di Kampus Belanda

Salinan ijazah salah satu wakil Presiden Republik Indonesia (RI) dipajang di salah satu kampus ternama dunia sebagai penghormatan atas dedikasinya. (Foto: misign/pixabay)
Belanda, MISTAR.ID - Salinan ijazah Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, hingga kini dipajang di salah satu perguruan tinggi ternama di Belanda. Dokumen tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Salinan ijazah Bung Hatta dipamerkan di Erasmus University Rotterdam (EUR). Kampus tersebut merupakan almamater Hatta ketika menempuh pendidikan di Belanda.
Mengutip Erasmus Magazine, salinan ijazah Bung Hatta dipajang di sebuah aula yang berada di Hatta Building. Nama gedung tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh proklamator sekaligus salah satu pendiri bangsa Indonesia itu.
Jejak Bung Hatta di Belanda
Sebelum dikenal sebagai Erasmus University Rotterdam, institusi tersebut bernama Nederlandse Handelshogeschool. Bung Hatta tercatat sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.
Hatta berada di Belanda pada periode 1921 hingga 1932. Selama masa studinya, ia tidak hanya menekuni pendidikan, tetapi juga aktif dalam pergerakan politik melalui Perhimpunan Indonesia.
Kiprahnya di organisasi tersebut semakin menonjol hingga Hatta dipercaya menjadi ketua pada periode 1926-1930. Di bawah kepemimpinannya, Perhimpunan Indonesia semakin menegaskan perjuangan politik untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Organisasi tersebut juga mengusung sikap nonkooperasi terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Hatta secara konsisten menyuarakan penolakan terhadap kolonialisme dan gagasan kemerdekaan Indonesia.
Hatta Sempat Diadili di Belanda
Aktivitas politik Hatta membuat pemerintah Belanda menangkapnya pada 1927. Setahun kemudian, ia dibawa ke pengadilan di Den Haag dengan tuduhan antara lain melakukan makar dan menghasut terhadap Kerajaan Belanda.
Dalam persidangan tersebut, Hatta menyampaikan pembelaan yang kemudian dikenal dengan judul "Indonesie Vrij" atau "Indonesia Merdeka".
Melalui pembelaannya, Hatta menjelaskan gagasan serta perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari kolonialisme. Ia kemudian dibebaskan dari tuduhan.
Jejak perjuangan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah Hatta selama berada di Belanda. Erasmus University Rotterdam kemudian mengabadikan keterkaitan tersebut melalui penamaan gedung dan pemajangan rekam jejak Hatta di lingkungan kampus.
Hatta Building Dibuka pada 2017
Hatta Building secara resmi dibuka pada 20 Februari 2017. Gedung tersebut digunakan sebagai asrama mahasiswa dan memiliki kapasitas hingga 372 kamar.
Asrama itu diperuntukkan bagi mahasiswa Belanda maupun mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di EUR.
Menariknya, keberadaan Hatta Building sempat tidak banyak diketahui, termasuk oleh sebagian mahasiswa di kampus tersebut. Informasi mengenai gedung itu baru diketahui keluarga Bung Hatta pada 2014.
Kabar tersebut disampaikan oleh alumni EUR yang juga dikenal sebagai tokoh ekonomi dan politik Indonesia, Kwik Kian Gie.
Kini, nama Bung Hatta tetap menjadi bagian dari lingkungan akademik EUR. Pemajangan salinan ijazah dan keberadaan Hatta Building menjadi penanda hubungan historis antara tokoh kemerdekaan Indonesia tersebut dengan kampus di Rotterdam.

















































