Menlu Prancis Balas Trump soal Demo Siswa: Kami Menulis Kisah Sendiri

Prancis menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengeklaim demo pelajar yang sedang berlangsung di negara itu gara-gara migrasi dan Islam. (Foto: AFP)
Prancis, MISTAR.ID - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait demonstrasi siswa yang tengah berlangsung di sejumlah wilayah Prancis.
Barrot menegaskan bahwa Prancis memiliki hak untuk menentukan arah dan narasinya sendiri. Ia menyampaikan bahwa negaranya tidak akan membiarkan pihak lain menentukan cerita mengenai situasi yang terjadi di Prancis.
"Jika kita tidak menulis kisah kita sendiri, orang lain akan menulisnya untuk kita," ujar Barrot, seperti dilaporkan BFMTV.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengaitkan demonstrasi siswa di Prancis dengan persoalan Islam dan migrasi. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut aksi massa tersebut sebagai dampak dari migrasi massal yang menurutnya sudah tidak terkendali.
Trump juga menuding adanya upaya Islam untuk mengambil alih Prancis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih rinci maupun bukti yang mendukung klaim tersebut.
Tidak Ada Kaitan dengan Isu Agama
Di Prancis, sejauh ini tidak ditemukan hubungan antara gerakan protes mahasiswa dengan tuntutan yang berkaitan dengan agama atau identitas.
Aksi demonstrasi tersebut berawal dari persoalan sistem pendidikan. Ratusan ribu orang telah turun ke jalan sejak akhir bulan lalu untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap kondisi pendidikan di Prancis.
Demonstrasi tidak hanya diikuti siswa. Guru, orang tua, mahasiswa, dan sejumlah aktivis juga turut bergabung dalam aksi tersebut.
Situasi semakin memanas setelah tindakan aparat kepolisian terhadap para demonstran mendapat sorotan. Sejumlah murid dilaporkan mengalami luka serius akibat penggunaan proyektil dalam penanganan aksi.
Isu Demo Prancis Masuk Politik AS
Komentar Trump mengenai demonstrasi di Prancis juga mendapat perhatian karena muncul menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang.
Sejumlah tokoh dari gerakan Make America Great Again (MAGA) yang menjadi basis politik Trump turut memanfaatkan isu tersebut untuk kembali mengangkat persoalan imigrasi.
Trump sendiri diketahui berupaya memperkuat narasi politik sayap kanan secara global. Isu imigrasi menjadi salah satu tema yang kerap digunakan dalam kampanye politiknya.
Pemilihan paruh waktu AS pada November akan menentukan komposisi kursi di Kongres dan berpotensi memengaruhi kekuatan politik Partai Republik selama sisa masa pemerintahan Trump.


















































