Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

NATO Berkomitmen Lindungi Greenland dari Donald Trump

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 13.50 WIB
nato_berkomitmen_lindungi_greenland_dari_donald_trump

NATO. (Foto: Nato.int)

news_banner

Brussel, MISTAR.ID

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menegaskan komitmennya untuk melindungi Greenland apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap memaksakan kehendak mengambil wilayah otonomi milik Denmark tersebut.

Pada Senin (12/1/2026), NATO bersama pemerintahan otonomi Greenland menyatakan rencana untuk menjalin kerja sama guna memperkuat sistem pertahanan kawasan itu.

Langkah kolaborasi tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan upaya Amerika Serikat menganeksasi Greenland, sebagaimana dilaporkan AFP.

Trump kembali mengulang pernyataannya mengenai keinginannya membeli atau menguasai wilayah Arktik tersebut. Pernyataan Trump yang menyebut Washington akan mengambil alih Greenland dengan cara apa pun kian memperkeruh situasi dan memicu ketegangan di kawasan Eropa.

Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, pada Senin (12/1/2026) menegaskan bahwa keamanan dan pertahanan wilayahnya merupakan bagian dari tanggung jawab NATO.

Amerika Serikat sendiri dikenal sebagai anggota NATO dengan kekuatan dan pengaruh terbesar dibandingkan negara-negara anggota lainnya.

“Oleh karena itu, kami berupaya memastikan bahwa perkembangan pertahanan di dalam dan sekitar Greenland dilakukan melalui kerja sama erat dengan NATO, melalui dialog bersama para sekutu kami, termasuk Amerika Serikat, serta melalui kerja sama dengan Denmark,” ujar Frederik Nielsen.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga menyampaikan bahwa negara-negara sekutu tengah berupaya melangkah ke tahap berikutnya dalam memperkuat keamanan kawasan Arktik.

Sejumlah diplomat NATO mengungkapkan bahwa para sekutu sempat menyampaikan gagasan untuk meluncurkan misi baru di wilayah tersebut, meski hingga kini belum ada proposal konkret yang diajukan.

Sebelumnya, Trump bersikukuh ingin menguasai Greenland dengan alasan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat di kawasan itu.

Pulau Greenland diketahui memiliki cadangan mineral strategis, termasuk unsur tanah jarang, yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan industri teknologi berteknologi tinggi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN