Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Korea Utara Bilang Kalau AS Perusak Wibawa PBB

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 11.25 WIB
korea_utara_bilang_kalau_as_perusak_wibawa_pbb

Presiden Korea Utara, Kim Jong Un.(Foto: AP Photo/KCNA via KNS)

news_banner

Pyongyang, MISTAR.ID

Korea Utara mengecam Amerika Serikat dengan menyebut langkah Washington sebagai tindakan “tidak tahu malu” dan merusak wibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (13/1/2026).

Kecaman tersebut disampaikan melalui misi Korea Utara untuk PBB di New York, yang menolak rencana pengarahan terkait dugaan pelanggaran sanksi oleh Pyongyang. Pernyataan itu dimuat oleh kantor berita resmi pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA).

Sebaliknya, Pyongyang menilai bahwa isu yang seharusnya menjadi sorotan utama di PBB justru adalah tindakan Amerika Serikat sendiri. Menurut Korut, “hal yang seharusnya dipertanyakan dan dibahas secara terbuka di PBB sebagai isu paling mendesak adalah tindakan kriminal keji yang dilakukan AS”.

“AS meremehkan keberadaan PBB itu sendiri,” demikian pernyataan misi Korea Utara di PBB, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Meski tidak merinci tindakan yang dimaksud, pernyataan tersebut muncul sedikit lebih dari sepekan setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Langkah tersebut disebut sebagai skenario terburuk bagi kepemimpinan Korea Utara, yang selama ini khawatir terhadap kemungkinan “serangan pemenggalan” dan menuding Washington berupaya menggulingkan rezim Pyongyang.

Dalam pernyataan yang sama, misi Korea Utara menegaskan bahwa “irasionalitas dan penyalahgunaan arena PBB oleh AS untuk memuaskan kepentingan geopolitik sepihaknya tidak boleh dibiarkan”.

Pyongyang juga menuduh Washington melakukan “tindakan ilegal dan tidak bermoral yang memalukan”, serta berusaha menjadikan PBB sebagai bahan olok-olok demi kepentingan sepihak dan egoistis.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya akan menarik diri dari sejumlah badan PBB yang dinilai “bertentangan dengan kepentingan AS”.

Sementara itu, Korea Utara hingga kini masih berada di bawah berbagai sanksi Dewan Keamanan PBB terkait pengembangan program nuklir dan rudalnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN