Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Malaysia Kaji Pengurangan Kuota Subsidi BBM di Tengah Lonjakan Harga Energi

Mistar.idJumat, 27 Maret 2026 09.51
AN
malaysia_kaji_pengurangan_kuota_subsidi_bbm_di_tengah_lonjakan_harga_energi

Ilustrasi. (Foto: Freepik.com)

news_banner

Kuala Lumpur, MISTAR.ID

Pemerintah Malaysia tengah meninjau ulang kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan rencana mengurangi kuota pembelian RON95 dari 300 liter menjadi 200 liter per orang per bulan.

Mengutip dari Reuters dan The Edge Malaysia, kebijakan melalui program Budi95 itu dipertimbangkan seiring lonjakan harga BBM non-subsidi akibat ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan sejumlah sumber, pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat dan kebijakan tersebut direncanakan mulai berlaku pada 1 April 2026.

Harga BBM bersubsidi saat ini tetap berada di level 1,99 ringgit Malaysia atau sekitar Rp8.416 per liter. Namun, konsumen yang melebihi batas kuota 200 liter akan dikenakan harga pasar.

Untuk periode 26 Maret hingga 1 April, harga BBM non-subsidi diperkirakan naik menjadi 3,87 ringgit Malaysia atau sekitar Rp16.367 per liter, meningkat dari sebelumnya 3,27 ringgit Malaysia.

Secara keseluruhan, harga RON95 tanpa subsidi telah naik dua kali sejak 11 Maret dengan total kenaikan mencapai 1,20 ringgit atau hampir 45 persen.

Kenaikan harga juga terjadi pada jenis BBM lain. Harga RON97 diperkirakan mencapai 5,15 ringgit per liter atau naik lebih dari 58 persen sejak 11 Maret. Sementara itu, harga diesel di Semenanjung Malaysia melonjak menjadi 5,52 ringgit per liter, meningkat hampir 77 persen dari harga awal.

Pengetatan kuota subsidi dinilai sebagai langkah fiskal untuk menekan beban anggaran negara. Pemerintah Malaysia menghadapi potensi lonjakan subsidi energi yang signifikan.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebelumnya memperingatkan bahwa total subsidi energi dapat menembus 24 miliar ringgit atau sekitar Rp101 triliun tahun ini jika harga minyak mentah global bertahan di atas 110 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah dunia saat ini masih fluktuatif. Minyak Brent yang sempat mendekati 120 dolar AS per barel pada awal Maret kini berada di kisaran 94,49 dolar AS, namun masih lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik yang berada di level 70,84 dolar AS.

Di tengah kondisi tersebut, Malaysia juga memastikan kelancaran jalur distribusi energi. Pemerintah menyatakan kapal tanker minyak Malaysia telah mendapat izin melintasi Selat Hormuz setelah komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara, termasuk Iran, Mesir, dan Turki.

Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Iran atas izin tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya hubungan bilateral dan upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas kawasan.

Meski tetap mempertahankan subsidi BBM, pemerintah Malaysia menegaskan akan melakukan penyesuaian kebijakan untuk meredam dampak gangguan pasokan energi global.

“Bagi kami sekarang, kami terpaksa mengelola situasi karena dampak blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami,” ujar Anwar. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN