Sepekan Absen dari Publik, Kim Jong-un Dirumorkan Koma

Kim Jong-un dan adiknya Kim Yo-jong. (foto: AFP via The Sun)
Pyongyang, MISTAR.ID - Kim Jong-un dirumorkan mengalami koma akibat pendarahan otak setelah tidak terlihat di depan publik sejak 11 Oktober. Kabar yang beredar di media sosial itu belum terverifikasi, sementara absennya pemimpin Korea Utara tersebut kembali memunculkan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya di tengah ketatnya kerahasiaan informasi dari Pyongyang.
Dilansir The Sun, Senin (19/10/2026), sejumlah unggahan di media sosial mengklaim Kim Jong-un mengalami pendarahan otak serius hingga harus diterbangkan ke Beijing, China, untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Ia disebut menjalani perawatan di Peking Union Medical College.
Kim Jong-un terakhir kali tampil di depan publik saat mengunjungi Museum Revolusi Pertahanan Nasional Komite Ekonomi Kedua di Pyongyang pada 11 Oktober lalu.
Spekulasi ini kembali mengingatkan publik pada rumor serupa pada 2020. Saat itu, absennya Kim Jong-un dari sejumlah agenda publik memunculkan berbagai klaim mengenai kondisi kesehatannya, termasuk kabar bahwa ia berada dalam kondisi kritis.
Berbagai spekulasi tersebut kemudian menunjukkan betapa terbatasnya informasi yang dapat diverifikasi mengenai kehidupan pemimpin tertutup Korea Utara.
Jika Kim Jong-un benar-benar tidak mampu menjalankan tugasnya, persoalan suksesi berpotensi menjadi salah satu isu politik paling penting di Korea Utara.
Nama Kim Yo-jong kerap muncul dalam pembahasan mengenai kemungkinan pengganti sementara. Adik perempuan Kim Jong-un itu memiliki posisi penting dalam struktur kekuasaan negara dan dikenal sebagai salah satu figur yang berpengaruh di lingkaran pemerintahan Pyongyang.
Kim Yo-jong juga beberapa kali menyampaikan pernyataan keras terkait hubungan Korea Utara dengan Korea Selatan. Pada Senin, ia disebut menyampaikan bahwa Pyongyang tengah mempertimbangkan pengerahan tambahan senjata taktis di dekat perbatasan kedua negara.
Kendati demikian, pengaruh politik Kim Yo-jong tidak serta-merta menjadikannya penerus resmi. Mekanisme suksesi Korea Utara tetap sulit dipastikan karena keputusan strategis di negara tersebut berlangsung dalam sistem politik yang sangat tertutup.
Apabila terjadi kekosongan kekuasaan, Kim Yo-jong berpotensi memainkan peran penting dalam menjaga kesinambungan pemerintahan. Namun, siapa yang benar-benar akan mengambil alih kendali akan bergantung pada dinamika elite politik, militer, dan struktur kekuasaan di Pyongyang.
Selain Kim Yo-jong, perhatian juga tertuju pada Kim Ju-ae, putri Kim Jong-un yang mulai tampil di hadapan publik pada November 2022 dalam sebuah acara peluncuran rudal.
Sejak kemunculan perdananya, Ju-ae semakin sering mendampingi sang ayah dalam sejumlah kegiatan penting, termasuk acara militer dan agenda kenegaraan. Kehadirannya yang berulang kali di sisi Kim Jong-un memicu spekulasi bahwa keluarga Kim tengah mempersiapkannya untuk memainkan peran lebih besar dalam kepemimpinan negara.
Sejumlah pengamat menilai Ju-ae berpotensi menjadi penerus dinasti Kim. Namun, kemunculannya di berbagai acara resmi belum cukup untuk memastikan bahwa ia telah ditetapkan sebagai pewaris kekuasaan.
Kesehatan Kim Jong-un telah lama menjadi perhatian internasional. Pemimpin Korea Utara itu dilaporkan mengalami obesitas dan merupakan perokok berat. (*)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER








































