Monday, October 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia, Trump Murka kepada Zelensky

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 17.08 WIB
ukraina_gempur_terminal_minyak_rusia_trump_murka_kepada_zelensky

Asap mengepul dari Terminal Minyak St Petersburg, Rusia setelah serangan drone-drone Ukraina. (foto: AFP/Getty Images via CNN)

Washington, MISTAR.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah Kyiv melancarkan salah satu serangan drone terbesar ke wilayah Rusia tahun ini. Serangan tersebut menyasar terminal minyak penting di Saint Petersburg, di tengah upaya Washington mendorong penghentian perang Rusia-Ukraina.

Trump menuding Zelensky tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perang. Pernyataan keras itu muncul setelah Ukraina kembali melancarkan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur Rusia, meskipun Trump menginginkan agar Kyiv menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Moskow.

“Saya sedang dalam proses merundingkan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan sesuatu yang secara gegabah akan membuat Rusia menjauh dari meja perundingan,” tulis Trump melalui media sosial, seperti dikutip CNN.

Trump juga secara terbuka menyampaikan penilaiannya terhadap pemimpin Ukraina tersebut.

“Dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah menginginkannya,” kata Trump.

Serangan drone Ukraina pada Sabtu (17/10/2026) malam hingga Minggu (18/10/2026) dini hari menyasar sejumlah lokasi di Rusia. Salah satu target utamanya adalah Terminal Minyak Saint Petersburg, yang memiliki kapasitas penanganan hingga 12,5 juta ton per tahun.

Perusahaan Ukraina, Fire Point, yang memproduksi drone yang digunakan dalam serangan tersebut, menyatakan terjadi kebakaran di area terminal setelah serangan berlangsung.

Selain terminal minyak, pusat logistik di Saint Petersburg juga dilaporkan menjadi sasaran. Perusahaan distribusi Rusia, Ozon, mengonfirmasi adanya serangan terhadap salah satu pusat logistiknya. Pusat data milik VKontakte, platform media sosial Rusia, juga dilaporkan turut diserang.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah menembak jatuh 1.015 drone Ukraina dalam serangan semalam di berbagai wilayah negara tersebut.

Otoritas setempat melaporkan satu orang tewas dan lima lainnya terluka akibat rangkaian serangan itu. Sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan.

Seorang warga Saint Petersburg berusia 41 tahun menggambarkan situasi mencekam ketika sebuah drone ditembak jatuh di dekat tempat tinggalnya.

“Mereka menembak jatuh satu drone tepat di atas kami. Ada kilatan cahaya terang, dan guncangannya terasa sangat kuat,” ujarnya.

Warga lainnya mengaku segera menyelamatkan anggota keluarganya setelah mendengar suara keras dari luar rumah.

AS Melunak ke Rusia, Zelensky Protes

Ketegangan antara Washington dan Kyiv meningkat setelah Trump pada Jumat menggunakan mekanisme pengecualian yang membebaskan Rusia dari sanksi ekonomi luas yang diamanatkan Kongres Amerika Serikat.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran Ukraina mengenai arah kebijakan Washington, terutama ketika negara itu menghadapi kemungkinan musim dingin berikutnya di tengah serangan Rusia yang terus berlangsung.

Zelensky sebelumnya memperingatkan bahwa keberpihakan Amerika Serikat kepada Rusia akan menjadi kesalahan besar dalam sejarah. Dalam wawancara dengan NBC News melalui program Meet the Press, ia menegaskan bahwa keputusan Washington dapat berdampak serius terhadap upaya mempertahankan kedaulatan Ukraina.

Meski demikian, Kyiv menyatakan tetap berupaya menjaga komunikasi dengan pemerintahan Trump untuk mencapai kesepakatan damai.

Zelensky mengatakan dirinya telah berbicara dengan utusan Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, pada Minggu. Komunikasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong perdamaian.

“Kami melakukan segala sesuatu dari pihak kami agar hal ini terwujud dan memastikan posisi Amerika kuat serta membantu mendekatkan perdamaian,” tulis Zelensky di platform X.

Pernyataan Zelensky tersebut belum menghentikan operasi militer Ukraina di wilayah Rusia. Serangan terhadap terminal minyak Saint Petersburg menunjukkan bahwa Kyiv masih mempertahankan strategi menyerang sasaran strategis jauh di belakang garis depan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN