Monday, October 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Protes Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 2.400 Orang Ditahan dan 1.000 Polisi Terluka

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 15.31 WIB
protes_biaya_hidup_di_prancis_berujung_ricuh_hampir_2400_orang_ditahan_dan_1000_polisi_terluka_

Aksi protes biaya hidup di Prancis berujung ricuh pada 17 Oktober 2026. (Foto: AFP)

Paris, MISTAR.ID (19/10/2026) — Hampir 2.400 orang ditahan dalam kerusuhan yang terjadi di Prancis pada Sabtu (17/10/2026), dengan sekitar 1.000 aparat penegak hukum terluka. Data tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Seperti dilaporkan stasiun televisi Prancis BFMTV, Minggu (18/10/2026), kementerian mencatat 2.397 orang ditahan serta 997 polisi dan gendarmerie terluka, tujuh di antaranya dalam kondisi serius.

Aksi protes besar-besaran pada Sabtu itu dipicu meningkatnya biaya hidup dan kenaikan harga di seluruh Prancis. Unjuk rasa yang awalnya damai diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi, penjarahan, serta aksi vandalisme di Paris, Lyon, Marseille, dan Limoges.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui adanya kelemahan dalam antisipasi dan deteksi potensi kerusuhan. Namun, Macron menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez.

Melansir CNA News, Senin (19/10), pihak Istana Elysee menyatakan Macron menolak pengunduran diri Nunez karena kepemimpinan aparat penegak hukum perlu tetap berjalan di tengah situasi tersebut.

"Macron meminta Nunez tetap menjabat untuk menjaga kesinambungan komando di tubuh kepolisian dan pasukan keamanan. Macron juga memintanya segera menyusun cara baru untuk menangani aksi penjarahan," demikian keterangan resmi Istana.

Macron juga meminta Nunez memastikan keterbukaan dalam mengusut kelemahan perencanaan dan pengumpulan informasi intelijen yang menyebabkan kerusuhan. Selain itu, ia menginstruksikan Nunez menerapkan metode operasional baru bagi pasukan keamanan.

Nunez sebelumnya mengakui polisi kehilangan kendali di sejumlah kota ketika demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup berubah menjadi salah satu kerusuhan terburuk di kawasan perkotaan Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengatakan aparat kurang mengantisipasi situasi saat mempersiapkan pengamanan demonstrasi. Nunez juga mengaku telah mengajukan pengunduran diri karena merasa bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sebelumnya, sejumlah politikus oposisi mendesak agar Nunez dicopot dari jabatannya.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, bentrokan kembali terjadi di Paris dan Marseille pada Minggu. Polisi antihuru-hara dikerahkan untuk mencegah aksi penjarahan terhadap sejumlah tempat usaha.(Sputnik/Antara/Viva/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN