Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Jelang G20 Johannesburg, 3.500 Polisi Dikerahkan: Afrika Selatan Bersiap Hadapi Gelombang Aksi Besar

Mistar.idKamis, 20 November 2025 15.23
journalist-avatar-top
jelang_g20_johannesburg_3500_polisi_dikerahkan_afrika_selatan_bersiap_hadapi_gelombang_aksi_besar

Ilustrasi. (foto:AP Photo melalui Euro News/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Afrika Selatan meningkatkan kewaspadaan menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg. Pemerintah mengerahkan sekitar 3.500 personel polisi tambahan, sementara militer juga ditempatkan dalam status siaga penuh. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi demonstrasi besar yang diperkirakan akan digelar oleh berbagai kelompok aktivis.

Otoritas menyebutkan bahwa protes berpotensi datang dari aktivis iklim, kelompok antikapitalis, serikat buruh, hingga organisasi yang menyoroti isu hak perempuan dan kebijakan imigrasi. Pihak keamanan memandang minggu penyelenggaraan G20 sebagai periode yang rawan ledakan unjuk rasa, mengingat isu ekonomi dan kesenjangan sosial yang terus menjadi sorotan publik Afrika Selatan.

Operasi Keamanan Terbesar Tahun Ini

Pengamanan dipimpin oleh National Joint Operational and Intelligence Structure (NATJOINTS), badan komando gabungan yang mengoordinasikan kepolisian, militer, dan intelijen. NATJOINTS menegaskan bahwa semua unit siap merespons potensi gangguan, mulai dari aksi massa hingga kemungkinan kerusuhan.

Sebagai bagian dari persiapan, otoritas menampilkan kekuatan pasukan melalui parade besar yang melibatkan unit K-9, patroli udara helikopter, hingga mobil taktis. Pameran kesiapan ini dimaksudkan sebagai langkah pencegahan agar potensi kerusuhan tidak berkembang.

Zona Protes Disiapkan, Hak Berdemonstrasi Tetap Diakui

Meski mengerahkan kekuatan besar, pemerintah menegaskan tidak akan membungkam suara publik. Zona khusus untuk demonstrasi telah disiapkan di sekitar komplek KTT, termasuk area di dekat pusat konferensi Nasrec dan sejumlah bandara internasional tempat para pemimpin negara dijadwalkan tiba.

“Negara tetap menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, namun harus dalam koridor hukum,” demikian pernyataan otoritas keamanan.

Gelombang Isu Sosial Mendominasi Agenda Protes

Ragam kelompok masyarakat telah menyatakan niat untuk turun ke jalan. Aktivis iklim menuntut komitmen lebih serius dari negara-negara G20 dalam menekan emisi global, sementara kelompok antikapitalis menyoroti ketimpangan ekonomi dunia yang mereka nilai diperburuk oleh kebijakan negara kaya.

Serikat pekerja dan kelompok sipil lainnya mempersoalkan tingginya angka pengangguran, kemiskinan, serta dugaan ketidakadilan dalam kebijakan negara. Sementara itu, aktivis hak perempuan merencanakan aksi besar untuk menyoroti tingginya kasus kekerasan berbasis gender di Afrika Selatan.

Warga Pertanyakan Manfaat G20 untuk Kehidupan Real

Di tengah pengerahan keamanan, beberapa warga Johannesburg mempertanyakan urgensi penyelenggaraan G20. Perbaikan infrastruktur yang terburu-buru, seperti penambalan jalan dan pembersihan kawasan penting, dinilai tidak menyentuh kebutuhan mendasar seperti pasokan listrik dan air—dua isu krusial di Afrika Selatan.

Bagi sebagian masyarakat, persiapan besar-besaran ini terkesan hanya memoles wajah kota untuk para pemimpin dunia, bukan solusi jangka panjang untuk warga.

G20 Penting bagi Afrika Selatan

Kesimpulannya, pengamanan ketat menjelang G20 Johannesburg menggambarkan betapa pentingnya acara ini bagi Afrika Selatan sekaligus besarnya tekanan sosial yang tengah dihadapi negara tersebut.

Dengan ribuan polisi dan militer bersiaga, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas selama pertemuan para pemimpin dunia.

Namun di sisi lain, gelombang protes yang akan hadir menjadi pengingat bahwa isu ketimpangan, keadilan sosial, dan krisis iklim tak bisa dipisahkan dari panggung diplomasi global.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN