Israel Serang TV Pemerintah Iran, Ledakan Terdengar di Teheran

Tentara Israel mengkonfirmasi serangan terhadap TV pemerintah Iran di Teheran. Angkatan udara memulai serangan lain terhadap target di ibu kota Iran. Ilustrasi. (Foto: Via Reuters/Majid Asgaripour)
Teheran, MISTAR.ID
Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang stasiun televisi pemerintah Iran di Teheran, sementara angkatan udara melancarkan gelombang serangan lanjutan ke sejumlah target di ibu kota Iran.
Dilaporkan Al Jazeera, pesawat tempur Israel menjatuhkan puluhan amunisi dan menghancurkan apa yang disebut sebagai “pusat komunikasi” pemerintah Iran, yang diduga merujuk pada markas televisi pemerintah.
Sebelumnya, stasiun penyiaran pemerintah Iran juga mengumumkan kantor pusatnya di Teheran menjadi sasaran serangan.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sejak Sabtu lalu dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 555 orang, menurut data dari Bulan Sabit Merah Iran.
Baca Juga: Aramco Hentikan Operasi Usai Serangan Drone, Harga Minyak Melonjak! Ini Dampaknya ke Pasar Global
Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari wilayah Iran. Dalam pernyataan resminya, militer menyebut sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk mencegat serangan tersebut.
Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk. Sekitar lima ledakan besar terdengar di Doha, Qatar, sekitar pukul 01.40 waktu setempat. Ledakan juga mengguncang ibu kota Qatar pada pagi hari sebelumnya, meski tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan.
Serangan disebut melibatkan drone Iran yang menargetkan dua lokasi strategis, yakni pembangkit listrik di Kota Industri Mesaieed dan fasilitas energi di Ras Laffan milik QatarEnergy, produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.
Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, QatarEnergy memutuskan menangguhkan produksi LNG dan produk energi lainnya di lokasi terdampak sebagai langkah pengamanan.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus memanas menyusul saling serang antara Iran dan Israel, dengan dampak yang mulai meluas ke negara-negara Teluk. (hm25)






















