Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Israel Pulangkan 5.800 Warga Bnei Menashe ke Galilea Demi Perkuat Wilayah Utara

Mistar.idRabu, 26 November 2025 pukul 17.48 WIB
israel_pulangkan_5800_warga_bnei_menashe_ke_galilea_demi_perkuat_wilayah_utara

Komunitas Bnei Menashe. (foto:islamtimes/mistar)

news_banner

Tel Aviv, MISTAR.ID

Pemerintah Israel resmi menyetujui rencana pemulangan sekitar 5.800 warga komunitas Bnei Menashe, kelompok etnis dari India timur laut yang mengidentifikasi diri sebagai bagian dari “suku hilang” Yahudi. Program relokasi ini akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2030.

Para imigran baru tersebut akan ditempatkan di wilayah Galilea, Israel bagian utara, kawasan yang sering terdampak konflik berkepanjangan dengan milisi Hizbullah Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut keputusan tersebut sebagai langkah strategis nasional.

“Ini keputusan penting dan Zionis yang memperkuat Galilea dan masa depan bangsa,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip DW, Rabu (26/11/2025).

Pemerintah menargetkan 1.200 orang tiba dalam gelombang pertama pada 2026. Mereka akan menerima dukungan awal berupa tunjangan finansial, pelatihan bahasa Ibrani, bantuan pekerjaan, perumahan sementara, dan program integrasi sosial.

Untuk pembiayaan tahap awal, pemerintah mengalokasikan €23,8 juta (Rp422 miliar) dan US$27,4 juta (Rp440 miliar). Dana ini melengkapi program imigrasi sekitar 4.000 anggota Bnei Menashe yang telah tiba di Israel dalam dua dekade terakhir.

Bagi Israel, kebijakan tersebut juga berkaitan dengan strategi penguatan demografi, di mana populasi negara itu berjumlah 10,1 juta jiwa, dengan 73% beragama Yahudi dan sekitar 5,5 juta merupakan warga Palestina.

Bnei Menashe berasal dari negara bagian Mizoram dan Manipur, India, dan meyakini diri sebagai keturunan suku Manasye, salah satu dari 10 suku Israel yang hilang sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Komunitas ini awalnya banyak memeluk agama Kristen, sebelum kemudian beralih ke Yahudi.

Pada 2005, Kepala Rabbi Sephardi secara resmi mengakui mereka sebagai keturunan suku Israel. Shavei Israel, organisasi yang meneliti komunitas Yahudi diaspora, selama ini membantu proses pemindahan mereka ke Israel.

Galilea adalah wilayah pegunungan dengan kota penting seperti Nazaret, Tiberias, dan Safed, berbatasan langsung dengan Lebanon. Wilayah ini kerap menjadi titik panas akibat serangan lintas perbatasan Hizbullah, yang memaksa puluhan ribu warga Israel mengungsi dalam beberapa bulan terakhir.

Netanyahu menegaskan bahwa penempatan komunitas baru ini akan memperkuat stabilitas sosial dan keamanan wilayah. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN