Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Hamas Gelar Putaran Kedua Pemilihan Pemimpin Baru Pekan Depan

Mistar.idSabtu, 18 Juli 2026 pukul 12.51 WIB
hamas_gelar_putaran_kedua_pemilihan_pemimpin_baru_pekan_depan

Orang-orang mengangkat bendera Palestina dan potret pemimpin Hamas yang terbunuh, Ismail Haniyeh, dalam sebuah unjuk rasa di Universitas Teheran, di ibu kota Iran, Teheran, pada 31 Juli 2024. (Foto: AFP)

news_banner

Gaza, MISTAR.ID – Hamas dijadwalkan menggelar putaran kedua pemilihan pemimpin baru pada pekan depan setelah sejumlah petinggi organisasi itu tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Sumber internal Hamas menyebut persaingan kini mengerucut pada dua kandidat, yakni mantan kepala biro politik Khaled Meshaal dan mantan wakil ketua Khalil Al Hayya, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (18/7/2026).

Pemimpin yang terpilih nantinya akan menggantikan dewan transisi yang saat ini memimpin organisasi sejak Yahya Sinwar, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro sekaligus pemimpin Hamas di Jalur Gaza, tewas akibat serangan Israel pada Oktober 2024. Masa jabatan pemimpin baru akan berlangsung hingga 2027, ketika pemilihan berikutnya dijadwalkan digelar.

Sesuai aturan internal Hamas, seorang kandidat harus meraih dukungan mayoritas atau 50 persen plus satu suara dari Dewan Syura untuk memenangkan pemilihan.

Dewan Syura merupakan lembaga yang anggotanya dipilih dari wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan diaspora. Perwakilan dari masing-masing wilayah kemudian membentuk Dewan Syura Pusat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan politik dan strategis, termasuk memilih pemimpin Hamas.

Mengacu pada kerangka organisasi yang disepakati pada 2021, komposisi kepemimpinan tertinggi harus mencakup perwakilan dari Jalur Gaza, Tepi Barat, dan diaspora. Karena Al Hayya mewakili Gaza, ia akan menempati posisi wakil kepala biro politik apabila gagal memenangkan putaran kedua.

Pemimpin baru Hamas nantinya akan menghadapi tantangan besar, mulai dari mengawal proses rekonstruksi pascaperang di Gaza hingga membangun hubungan dengan faksi-faksi Palestina lainnya, termasuk Fatah.

Kepemimpinan Hamas

Kerangka pemilihan saat ini berasal dari pemilihan umum internal Hamas pada awal 2021. Saat itu, Ismail Haniyeh terpilih menjadi kepala biro politik Hamas, sementara Sinwar terpilih kembali untuk memimpin Jalur Gaza dan Meshaal terpilih untuk memimpin sayap diaspora Hamas di luar negeri.

Struktur kelembagaan tersebut kemudian menghadapi gangguan yang belum pernah terjadi usai agresi Israel. Dilansir dari CNN Indonesia, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menargetkan berbagai tingkatan komando politik dan militer Hamas dan berambisi memusnahkan kelompok itu.

Israel terus mengincar para pemimpin Hamas hingga pada Juli 2024 Haniyeh tewas dibunuh di Teheran.

Dewan Syura kemudian menunjuk Sinwar sebagai penggantinya pada Agustus 2024. Dua bulan setelah itu, dia tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Rafah.

Hamas lalu beradaptasi membentuk dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan lima orang untuk menangani pemerintahan dan negosiasi di masa perang. Komite transisi ini sejak itu secara nominal dipimpin oleh pejabat yang berbasis di Qatar, Mohammad Darwish.

Analis politik Palestina, Wissam Afifa, mengatakan struktur organisasi Hamas beroperasi mirip dengan proses biologis "pembelahan mitosis" yang berarti satu sel membelah untuk menciptakan dua sel identik.

Pada saat krisis, prosedur darurat dan rencana cadangan yang sudah ada secara otomatis memicu lapisan administrasi dan kepemimpinan sekunder untuk mengambil alih kendali. (Cnn)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN