Geger! Anggota Parlemen Australia Helen Haines Ditabrak di Depan Kantor, PM Albanese Sebut Serangan Terencana

Anggota Parlemen Australia, Helen Haines. (Foto: theaustralian)
Canberra, MISTAR.ID (20/10/2026) — Anggota parlemen independen Australia, Helen Haines, ditabrak mobil di luar kantor daerah pemilihannya di Wangaratta, Victoria, Senin (19/10/2026). Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut insiden itu sebagai serangan yang disengaja.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.35 waktu setempat di area parkir dekat kantor regional Helen di Murphy Street. Sebuah mobil Toyota Land Cruiser putih berpenggerak empat roda (4x4) menghantam Helen yang saat itu sedang berada di luar kantor.
"Ini bukan kecelakaan. Tampaknya ini merupakan tindakan yang disengaja," tegas Albanese dalam wawancara di stasiun televisi ABC.
"Kami tentu berharap ada kabar baik mengenai kondisi Helen dalam 24 jam ke depan," ujarnya.
Albanese menambahkan, kepolisian antiterorisme akan menelusuri pelaku untuk mengungkap motif serangan.
Pelaku Ditangkap, Polisi Temukan Pisau
Kepolisian Victoria menyatakan pelaku adalah laki-laki berusia 43 tahun asal Tarrawingee. Ia ditangkap di lokasi kejadian oleh seorang pejalan kaki setelah keluar dari mobil.
"Sebuah mobil Toyota Land Cruiser berwarna putih menabrak perempuan berusia 65 tahun di luar sebuah kantor di Murphy Street sekitar pukul 15.35 waktu setempat. Saat keluar dari mobil tersebut, pengemudi laki-laki berusia 43 tahun asal Tarrawingee ditangkap di tempat kejadian oleh seorang pejalan kaki. Dia akan dimintai keterangan terkait insiden tersebut," tulis Kepolisian Victoria dalam pernyataannya.
Polisi menyita sebuah pisau yang ditemukan di dalam mobil tersebut. "Pada tahap ini, polisi sedang menyelidiki apakah ini merupakan tindakan yang disengaja. Belum diketahui apakah kedua pihak saling mengenal," lanjut pernyataan itu.
Siapa Helen Haines?
Helen Haines, 65 tahun, adalah anggota parlemen independen yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria, Australia Tenggara. Ia pertama kali terpilih pada 2019 dan kembali terpilih pada 2022 serta 2025.
Sebelum terjun ke politik, Helen berprofesi sebagai perawat, bidan, dan peneliti kesehatan masyarakat. Ia juga menerbitkan sejumlah makalah tentang kesehatan ibu.
Di dunia politik, Helen dikenal sebagai aktivis antikorupsi yang dihormati lintas partai. Ia mengusulkan rancangan undang-undang lembaga pengawas antikorupsi nasional pada 2021 dan berperan penting mendorong pembentukan Komisi Antikorupsi Nasional di bawah pemerintahan Partai Buruh.
PM Hampir Menangis hingga Oposisi Bersatu
Perdana Menteri Albanese tampak terharu hingga hampir menangis saat membahas insiden itu di ABC.
"Kekhawatiran saya saat ini adalah, pertama-tama, terhadap salah satu rekan saya," kata Albanese.
"Dia adalah seseorang yang sangat bersemangat memperjuangkan komunitasnya. Dia tidak segan bersuara mengenai apa yang dibutuhkan komunitas tersebut. Dia sosok yang memiliki integritas," ujarnya.
Albanese menilai politik Australia belakangan semakin tegang. "Terlalu banyak protes, tapi tidak cukup diskusi. Tidak cukup percakapan yang sopan dan perbedaan pendapat. Dalam demokrasi, kita seharusnya bisa berdebat dengan saling menghormati," katanya.
Pemimpin oposisi, Angus Taylor, juga mengaku sedih dan terkejut. "Saya mendoakan Helen dan memikirkan keluarganya. Ini hari yang mengejutkan bagi bangsa kita. Tak seorang pun seharusnya menjadi sasaran serangan seperti ini," ujar Taylor.
"Warga Australia pasti marah dan ngeri atas serangan terhadap Helen di luar kantor daerah pemilihannya di Wangaratta. Negara kita tidak boleh menjadi tempat di mana serangan kekerasan dianggap biasa," katanya.
Taylor menegaskan telah berbicara dengan Albanese dan keduanya sepakat bahwa kekerasan politik tidak boleh diterima sebagai bagian dari kehidupan publik.
Rekan sesama independen, Allegra Spender, menyebut Helen sebagai "yang terbaik di antara kami" dan sosok pemersatu di tengah politik Australia yang kian terbelah.(detikcom/hm02)



































