Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Donald Trump Ancam Bombardir Iran Jika Masih Blokir Selat Hormuz

Mistar.idSelasa, 10 Maret 2026 12.20
EH
donald_trump_ancam_bombardir_iran_jika_masih_blokir_selat_hormuz

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz.

Ia mengancam akan memborbardir Iran lebih sering jika pemblokiran arus minyak di Selat Hormuz terus dilakukan.

"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan distribusi minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluk kali lebih keras daripada sejauh ini," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Ia juga memperingatkan bahwa AS dapat menyerang berbagai target yang dinilai mudah dihancurkan sehingga dapat membuat Iran kesulitan bangkit kembali.

"Selain itu, kami akan menghancurkan target-target tertentu agar Iran sulit bangkit sebagai sebuah negara. Kematian, api, dan amarah akan menimpa mereka. Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak akan terjadi," ujarnya.

Trump menyebut sikap tegas tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi stabilitas pasar energi global. Ia bahkan menggambarkannya sebagai bentuk dukungan AS bagi negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut, termasuk Cina.

"Semoga, ini adalah isyarat yang dihargai," katanya.

Penutupan Selat Hormuz terjadi setelah AS bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan itu kemudian dibalas Teheran dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti. Padahal, jalur perairan tersebut biasanya menjadi rute utama bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan sebagian besar pengiriman gas alam cair global. (hm20)