Direktur Antiteror AS Mundur, Akui Presiden Trump Dilobi Israel Perangi Iran

Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC) Joe Kent.(foto: Wikimedia Commons/mistar)
Washington DC, MISTAR.ID
Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait perang di Iran.
Dalam surat pengunduran diri yang diunggah melalui media sosial X, Kent mendesak Trump untuk segera mengubah haluan kebijakan militernya. Dia secara terbuka mengkritik serangan AS-Israel terhadap Iran yang menurutnya tidak didasari oleh ancaman nyata, sebagaimana dilansir BBC, dikutip Rabu (18/2/2026).
Kent menyatakan Iran sebenarnya tidak memberikan ancaman mendesak terhadap AS. Dia mengeklaim pemerintahan Trump memulai perang tersebut akibat tekanan eksternal.
"Pemerintah memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika-nya yang kuat," tulis Kent dalam suratnya.
Kent menuduh sejumlah pejabat tinggi Israel dan jurnalis berpengaruh di AS telah menyebarkan misinformasi. Hal ini, menurutnya, sengaja dilakukan untuk menjebak Trump agar meninggalkan jargon politik "America First" yang selama ini diusungnya.
"Ruang gema (echo chamber) ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi AS. Itu adalah kebohongan," lanjut isi surat tersebut.
Respons Gedung Putih dan Trump
Menanggapi pengunduran diri tersebut, Gedung Putih memberikan pernyataan tegas. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut anggapan Trump dipengaruhi oleh pihak asing adalah hal yang tidak berdasar.
"Saran bahwa Trump membuat keputusan berdasarkan pengaruh orang lain, bahkan negara asing, adalah hal yang menghina sekaligus menggelikan," ujar Leavitt.
Dia menegaskan bahwa Trump memiliki bukti kuat dan meyakinkan bahwa Iran berencana menyerang AS terlebih dahulu. Sementara itu, Trump dalam keterangannya di Oval Office pada Selasa, memberikan komentar dingin terkait sosok Kent.
"Dia orang baik, tapi lemah dalam hal keamanan," ucap Trump.
Trump menambahkan bahwa surat pengunduran diri tersebut justru membuatnya menyadari bahwa keluarnya Kent adalah hal yang baik.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















