Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dampak Konflik AS-Israel vs Iran: Negara ini Sudah Berlakukan WFH, Indonesia Bagaimana?

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 18.24
journalist-avatar-top
dampak_konflik_asisrael_vs_iran_negara_ini_sudah_berlakukan_wfh_indonesia_bagaimana

Ilustrasi Work From Home (WFH). (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pemerintah mewacanakan penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Adapun WFH ini telah dilakukan oleh beberapa negara akibat konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran.

Konflik tiga negara ini membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penerapan WFH ini masih dilakukan kajian, namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan.

“Menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting,” ujar Bahil dikutip, Rabu (18/3/2026).

Meski demikian, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional, termasuk BBM, LPG dan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman hingga momen Lebaran 2026. Bahlil juga menegaskan stok energi nasional masih sesuai dengan standar minimal.

“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” ujarnya.

Bahlil juga memastikan subsidi BBM tetap akan dijaga pemerintah, setidaknya hingga selesai masa libur Lebaran 2026. Ketika ditanya mengenai ketersediaan energi pasca-Lebaran, Bahlil mengatakan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setelah Maret.

“Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di Indonesia,” tuturnya.

Sejumlah negara lain telah mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai respons atas ketidakpastian global. Thailand misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26-27 derajat celcius.

Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN