Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Rampungkan Penarikan Pasukan dari Irak, Trump Sebut Kemenangan atas ISIS

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 10.11 WIB
as_rampungkan_penarikan_pasukan_dari_irak_trump_sebut_kemenangan_atas_isis

AS menarik seluruh pasukan militernya dari Irak. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Amerika Serikat, MISTAR.ID - Amerika Serikat menyelesaikan penarikan seluruh pasukannya dari Irak, Rabu (30/9/2026), setelah menjalankan misi selama 12 tahun untuk memerangi kelompok ISIS.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan seluruh personel dan peralatan militer AS yang tersisa telah diberangkatkan dari pangkalan udara di Erbil, Irak Utara.

Menurut Parnell, penarikan tersebut menjadi penanda berakhirnya kampanye militer selama 12 tahun yang berhasil menekan ISIS hingga tidak lagi menjadi ancaman militer terorganisir di Irak dan kawasan sekitarnya.

"Ini juga menandai transisi dari misi koalisi masa perang menuju upaya keamanan yang dipimpin Irak, dengan dukungan melalui hubungan keamanan bilateral yang lebih normal," ujar Parnell, dikutip Al Jazeera.

Meski pasukan telah ditarik, Parnell menyebut Amerika Serikat tetap akan memberikan pelatihan serta dukungan intelijen secara terbatas dan terarah kepada Irak.

Presiden AS Donald Trump turut menyambut penarikan tersebut. Ia menyebut proses pemulangan pasukan dan peralatan berlangsung secara tertib. "Hari ini adalah hari kemenangan untuk Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan telak atas ISIS," kata Trump.

Keterlibatan militer AS di Irak bermula pada 2003 ketika Washington menginvasi negara tersebut untuk menggulingkan Saddam Hussein. Setelah itu, AS menduduki Irak dan mendukung pembentukan pemerintahan yang dipimpin kelompok Syiah, sekaligus menghadapi berbagai pemberontakan.

Pasukan AS kemudian meninggalkan Irak pada akhir 2011. Namun, kurang dari tiga tahun berselang, pemerintah Irak kembali meminta bantuan militer Washington untuk menghadapi ISIS.

Pada 2024, Amerika Serikat dan Irak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri misi militer koalisi pimpinan AS di negara tersebut secara bertahap.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN