Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Anggota Parlemen Eropa Denmark Maki-maki Trump soal Ambisi Caplok Greenland

Mistar.idRabu, 21 Januari 2026 pukul 10.33 WIB
anggota_parlemen_eropa_denmark_makimaki_trump_soal_ambisi_caplok_greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Istimewa)

news_banner

Brussels, MISTAR.ID

Anggota Parlemen Eropa asal Denmark, Anders Vistisen, melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ambisinya untuk mencaplok Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan Vistisen dalam sesi rapat Parlemen Eropa yang membahas masa depan Greenland, Selasa (20/1/2026).

Dalam forum resmi tersebut, Vistisen menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual dan menolak keras gagasan aneksasi oleh Amerika Serikat.

“Izinkan saya mengungkapkannya dengan kata-kata yang mungkin Anda mengerti: Bapak Presiden (Trump), bug off (pergi dari sini),” ujar Vistisen saat menyampaikan pandangannya di hadapan parlemen.

Ucapan tersebut langsung mendapat teguran dari Wakil Presiden Parlemen Eropa, Nicolae Ștefănuță. Ia menilai pernyataan Vistisen tidak pantas disampaikan dalam forum resmi meskipun isu yang dibahas bersifat sensitif.

“Maaf saya menyela, tetapi ini tidak bisa diterima, meskipun Anda memiliki perasaan politik yang kuat soal isu ini,” kata Stefanuta, seperti dikutip CNN.

Ini bukan kali pertama Vistisen menggunakan bahasa kasar dalam forum parlemen. Pada Januari tahun lalu, ia juga pernah melontarkan pernyataan serupa dengan menyuruh Trump “fuck off” dan “go to hell” ketika Presiden Amerika Serikat tersebut pertama kali menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland.

Vistisen beralasan, gaya bahasa blak-blakan itu mencerminkan penolakan tegas terhadap segala bentuk upaya aneksasi Greenland, yang menurutnya tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.

Pernyataan terbaru Vistisen muncul di tengah memuncaknya tekanan politik dari Trump terkait Greenland. Presiden AS itu sebelumnya menyatakan akan mengenakan tarif impor sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa hingga tercapai kesepakatan kepemilikan Greenland oleh Amerika Serikat.

Tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Februari. Trump juga mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen jika kesepakatan terkait Greenland tidak tercapai hingga Juli mendatang.

Ancaman tersebut menuai penolakan luas dari negara-negara Eropa. Denmark dan pemerintah Greenland secara konsisten menegaskan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual dan menolak segala bentuk negosiasi terkait kepemilikan wilayahnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN