Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Amerika Serang Kelompok ISIS di Suriah

Mistar.idMinggu, 11 Januari 2026 pukul 12.56 WIB
amerika_serang_kelompok_isis_di_suriah

ISIS. (Foto: gbv)

news_banner

Damaskus, MISTAR.ID

Militer Amerika Serikat bersama negara-negara sekutunya mengumumkan telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah Suriah. Aksi militer ini dilakukan sebagai balasan atas tewasnya tiga warga negara AS pada Desember 2025 lalu.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer Amerika di kawasan tersebut, menyampaikan pada Minggu (11/1/2026) bahwa sejumlah serangan telah diluncurkan dengan sasaran ISIS di berbagai wilayah Suriah. Meski demikian, CENTCOM tidak merinci titik-titik lokasi yang menjadi target serangan.

Menurut laporan AFP, unggahan CENTCOM disertai rekaman video udara dengan kualitas buram yang memperlihatkan beberapa ledakan terpisah, diduga terjadi di area pedesaan.

Serangan ini merupakan bagian dari Operasi Hawkeye Striket yang, menurut CENTCOM, digelar “sebagai respons langsung atas serangan mematikan ISIS terhadap pasukan Amerika Serikat dan Suriah di Palmyra”.

Insiden yang menjadi pemicu terjadi pada 13 Desember, ketika dua personel militer AS dan seorang penerjemah sipil Amerika tewas akibat serangan penembak tunggal di Palmyra. Washington menyebut pelaku sebagai militan ISIS yang beraksi di wilayah yang kala itu dikuasai kelompok tersebut.

Namun, Kementerian Dalam Negeri Suriah memberikan versi berbeda. Mereka menyatakan penyerang merupakan anggota pasukan keamanan Suriah yang kemudian diidentifikasi memiliki paham ekstremisme dan akan diberhentikan dari jabatannya.

“Kami tidak akan pernah melupakan kejadian ini dan tidak akan mundur,” ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melalui media sosial, menanggapi pernyataan resmi CENTCOM.

Sebagai tindak lanjut dari peristiwa di Palmyra, Amerika Serikat dan Yordania sebelumnya juga telah melancarkan rangkaian serangan udara pada bulan lalu. CENTCOM menyebut saat itu lebih dari 70 target berhasil dihantam.

Pasukan AS yang menjadi korban di Palmyra diketahui tengah menjalankan tugas dalam Operasi Inherent Resolve, sebuah koalisi internasional yang dibentuk untuk memerangi ISIS.

Presiden AS Donald Trump turut bereaksi keras atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa dua tentara dan satu penerjemah sipil Amerika tewas akibat serangan ISIS di Suriah.

“Kami berduka atas kehilangan tiga patriot Amerika yang luar biasa di Suriah, dua tentara dan satu penerjemah sipil. Kami juga mendoakan tiga tentara lainnya yang terluka dan kini dilaporkan dalam kondisi baik,” tulis Trump di Truth Social tak lama setelah kejadian.

Ia menambahkan, “Ini adalah serangan ISIS terhadap Amerika Serikat dan Suriah, di wilayah Suriah yang sangat berbahaya dan tidak sepenuhnya berada di bawah kendali mereka. Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa sangat marah dan terganggu dengan serangan ini. Akan ada pembalasan yang sangat serius!”

Sebagai catatan, ISIS sempat menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak pada 2014 di tengah konflik bersenjata. Meski kekuatan teritorial mereka berhasil dipatahkan sekitar lima tahun kemudian, kelompok ini masih mempertahankan eksistensinya, terutama di daerah-daerah gurun terpencil. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN