Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tiga Nelayan Hilang di Selat Malaka, Kapal Diduga Ditabrak Pukat Trawl Asal Malaysia

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 11.15
journalist-avatar-top
HS
tiga_nelayan_hilang_di_selat_malaka_kapal_diduga_ditabrak_pukat_trawl_asal_malaysia_

Ketiga nelayan Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu yang hilang, dua di antaranya masih dalam pencarian. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Empat nelayan asal Dusun Paluh Sibaji, Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, mengalami kecelakaan laut setelah kapal mereka diduga ditabrak pukat trawl dari arah Malaysia saat melaut di perairan Selat Malaka, Rabu (19/11/2025) malam.

Keempat nelayan tersebut adalah Abdul Gani (tekong), serta tiga ABK masing-masing Muhammad Rafli, Muhammad Sahdan, dan Muhammad Alwi. Mereka berangkat melaut, Senin (17/11/2025), untuk menangkap ikan seperti rutinitas harian.

Menurut keterangan keluarga dan aparat desa, insiden terjadi sekitar pukul 22.00 WIB ketika kapal kayu yang mereka tumpangi dihantam kapal pukat trawl yang melaju dari arah perairan Malaysia. Benturan keras membuat kapal pecah dan tenggelam. Tiga nelayan diperkirakan hilang terseret arus, sementara tekong kapal, Abdul Gani, selamat setelah bertahan di atas serpihan kapal.

Pada Jumat (21/11/2025), Abdul Gani ditemukan nelayan Malaysia dan dibawa ke wilayah Perak untuk mendapatkan perawatan serta dimintai keterangan awal terkait kejadian tersebut.

Kabar kecelakaan baru diterima keluarga, Minggu (23/11/2025) malam setelah Abdul Gani berhasil menghubungi istrinya, Tumini. “Kapal kami ditabrak… tiga teman hilang… kapal yang menabrak kabur,” ujar Abdul Gani melalui sambungan telepon, sebagaimana diceritakan keluarga kepada Mistar, Senin (24/11/2025) sore.

Mendapat informasi tersebut, keluarga langsung menghubungi perangkat desa dan pihak berwenang. Pokmaswas, Polairud Polresta Deli Serdang, Pos AL, serta pihak kecamatan segera melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti laporan dan mencari tiga nelayan yang hilang.

Hingga kini, aparat masih menjalin komunikasi dengan otoritas Malaysia untuk memastikan kondisi Abdul Gani serta mengumpulkan keterangan mengenai kapal yang diduga menjadi penyebab tabrakan.

Sementara itu, keluarga tiga nelayan yang hilang terus menunggu perkembangan pencarian dengan penuh harap. Bagi masyarakat Paluh Sibaji, laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan kini membawa duka mendalam.

Keluarga dan warga berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik dan mempercepat upaya pencarian mengingat insiden ini diduga melibatkan kapal berbendera Malaysia. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN