Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tim Gabungan Cari Nelayan Hilang Setelah Kapal Karam di Perairan Batu Bara

Mistar.idSenin, 24 November 2025 14.01
AN
EP
tim_gabungan_cari_nelayan_hilang_setelah_kapal_karam_di_perairan_batu_bara

Tim SAR Tanjungbalai Asahan sebelum bertolak menuju Kabupaten Batu Bara untuk bergabung melakukan pencarian nelayan yang hilang di laut. (Foto: Pos SAR Tanjungbalai Asahan/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Tim gabungan terdiri dari SAR Tanjungbalai Asahan, Polairud, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Batu Bara tmulai melakukan pencarian nelayan yang hilang saat kapal yang dinaikinya karam diterjang ombak dan angin kencang.

Keberangkatan tersebut diungkapkan Koordinator Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Ricky Tri Suryananda Harahap, Senin (24/11/2025).

“Kita langsung mengerahkan tim setelah menerima laporan adanya nelayan yang hilang. Ada 5 personel rescuer diterjunkan tadi untuk membantu pencarian nelayan Batu Bara yang hilang di perairan Tanjung Tiram Batu Bara,” ucapnya.

Senada, Koordinator Lapangan TRC BPBD Kabupaten Batu Bara, Eka Rahman, mengatakan untuk memperkuat pencarian, TRC BPBD Batu Bara menurunkan 20 personel guna bergabung dengan tim SAR gabungan.

“Sebanyak 20 personel TRC BPBD Batu Bara diterjunkan membantu pencarian korban di perairan Batu Bara,” ucapnya.

Eka menjelaskan pada Minggu 23 November 2025 pihaknya menerima tiga laporan kapal nelayan mengalami kecelakaan di perairan Batu Bara. “Menurut laporan, sebanyak 2 kapal nelayan Batu Bara karam di perairan Batu Bara. Nyaris seluruh ABK selamat, hanya 1 orang yang dinyatakan hilang,” tuturnya.

Dikatakan Eka, korban hilang akibat karamnya kapal jaring ikan gembung di sekitar kawasan Biruk Merah, Kecamatan Tanjung Tiram, diketahui bernama Mukhlis, 60 tahun, warga Lingkungan 3, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.

Sedangkan 9 ABK lainnya selamat setelah sempat terdampar di pesisir pantai Desa Guntung, Kecamatan Nibung Hangus, dan telah kembali ke rumah masing-masing.

Masih menurut Eka, sejak diketahuinya ada nelayan hilang, pihaknya bersama nelayan telah melakukan penyisiran di bibir pantai sepanjang 3 kilometer hingga tengah malam.

“Hari ini pencarian kita lanjutkan lagi. Mohon doa seluruh masyarakat Kabupaten Batu Bara semoga korban dapat kita temukan,” katanya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN