Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sita Dua Unit Ekskavator di Madina, Polda Sumut Diduga Diintervensi Pria Berambut Cepak

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 18.15
journalist-avatar-top
MG
sita_dua_unit_ekskavator_di_madina_polda_sumut_diduga_diintervensi_pria_berambut_cepak

Dua unit eskavator bersama truk pengangkut yang diamankan polisi. (foto: Istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sejumlah personel tim gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Sumut) diduga diintervensi pria berambut cepak saat menyita dua unit ekskavator di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Proses penyitaan dua unit ekskavator yang diduga digunakan untuk operasional tambang emas ilegal di Kabupaten Madina tak berjalan normal. Pasalnya, 12 orang pria berambut cepak mencoba menghalau tim gabungan pada Senin (2/3/2026) pagi.

Tak hanya itu, saat aparat kepolisian hendak membawa dua unit ekskavator tersebut, para pria berambut cepak menghalau dan tidak memperbolehkan polisi membawanya dari lokasi. Informasi yang beredar, ke-12 pria tersebut disebut sebagai oknum TNI yang diduga turut membekingi tambang emas ilegal itu.

Kepala Penerangan Angkatan Darat Kodam (Kapendam) I Bukit Barisan Kolonel Asrul Harahap saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp belum menjawab. Begitu juga saat dihubungi, Kolonel Asrul belum memberikan jawaban terkait adanya informasi tersebut.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Sumut berhasil mengamankan dua unit alat berat jenis eskavator yang diduga hendak dibawa ke Kabupaten Mandailing Natal, untuk keperluan tambang emas ilegal. Kedua truk yang mengangkut ekskavator tersebut diamankan saat di perjalanan, tepatnya di Tapanuli Selatan (Tapsel), pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, alat berat ini diduga akan dibawa masuk ke dua titik tambang ilegal yang ada di Desa Muara Batang Angkola dan Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan turut membenarkan terkait adanya penangkapan tersebut. Namun, ia tidak mau merinci lebih lanjut seperti apa kronologi penangkapan dan berapa orang terduga pelaku yang telah diamankan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN