Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ribuan Kendaraan Terjebak Macet Akibat Banjir di Jalan Lintas Kolang-Barus

Mistar.idSabtu, 22 November 2025 14.16
AN
FM
ribuan_kendaraan_terjebak_macet_akibat_banjir_di_jalan_lintas_kolangbarus

Arus lalu lintas tersendat akibat banjir yang merendam jalan lintas Kecamatan Kolang menuju Barus dengan ketinggian mencapai sekitar 60 sentimeter. (Foto: Feliks/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Ribuan kendaraan terjebak macet di Jalan Lintas Kolang-Barus setelah banjir merendam badan jalan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah sejak Jumat pagi. Genangan air yang mencapai sekitar 60 sentimeter membuat arus lalu lintas macet sekitar satu kilometer.

Pantauan Mistar, sejumlah pengendara roda empat harus antre untuk melintasi badan jalan yang tergenang air, sementara sebagian pengendara roda dua memilih tidak melintas karena khawatir kendaraan mereka mogok di tengah jalan.

Tidak hanya badan jalan yang terendam, banjir juga memasuki sejumlah rumah penduduk yang berada di sepanjang jalan lintas tersebut.

Terlihat petugas kepolisian dan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, personel Satpol PP, Pemerintah Kecamatan, serta dibantu warga setempat mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke bagian jalan yang genangan airnya tidak terlalu dalam.

Warga setempat, Rudy Manurung, menyampaikan bahwa banjir terjadi sejak Jumat (21/11/2025) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (22/11/2025) pagi.

“Bagi para pengemudi diharapkan ekstra hati-hati, karena saat ini air masih pasang dan kita belum tahu kapan akan surut,” ujarnya.

Camat Kolang, Pahala Nababan, mengatakan bahwa kemacetan akibat banjir terjadi di empat titik yakni, Tigoran KM 27 Kelurahan Kolang Nauli, Kelurahan PO Hurlang, Desa Satahi Nauli, dan Desa Rawa Makmur.

“Keempat lokasi tersebut memang merupakan daerah rawan banjir setiap kali hujan turun semalaman. Kemarin banjir berlangsung hingga pukul 12 malam, dan saat ini sudah berangsur surut meski badan jalan masih digenangi air,” katanya.

Pahala menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan yang menjadi kewenangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), bukan jalan kabupaten. Menurutnya, kejadian banjir tersebut telah dilaporkan kepada Bupati agar diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumut untuk pengerjaan peninggian badan jalan serta pembuatan gorong-gorong di empat titik banjir.

“Dengan peninggian badan jalan dan pembuatan gorong-gorong, jalan ini ke depannya tidak lagi menjadi langganan banjir saat hujan turun,” ujarnya.

Ia menambahkan baru-baru ini Ketua TP PKK Tapteng Rismawaty Masinton Pasaribu bersama Staf Ahli I TP PKK Tapteng Masnoni Mahmud Efendi telah turun langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Kolang untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan TP PKK dan Pemkab Tapteng atas musibah yang terjadi akibat curah hujan tinggi selama enam hari terakhir,” tuturnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN