Program Imunisasi Belum Optimal di 25 Puskesmas di Tapteng

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan usai memberikan sertifikat kepada puskesmas yang mencapai target Program Imunisasi Nasional, Jumat (21/11/2025). (Foto: Diskominfo Tapteng/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Berdasarkan supervisi di 25 puskesmas yang ada di Tapanuli Tengah (Tapteng), masih terdapat beberapa indikator pelaksanaan program imunisasi yang belum berjalan optimal.
"Adapun yang menjadi penilaian dalam kegiatan supervisi tersebut adalah terkait dengan pencapaian imunisasi yang terdiri dari lima Indikator," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Lisnawati Panjaitan, di Aula Dinkes Tapteng, Jumat (21/11/2025).
Lisnawati menjelaskan kelima indikator itu yakni, Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), Capaian Imunisasi Baduta Lengkap (IBL), Capaian Antigen Baru (PCV 2,RV 3, IVP 2), Td + WUS Hamil, serta kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari) yang baru dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober sampai dengan 1 November 2025 lalu.
Capaian IDL bayi di Kabupaten Tapteng berdasarkan data tarikan aplikasi Asik per tanggal 12 November 2025 masih 53,07 persen, Capaian IBL masih 52,54 persen, Capaian Antigen Baru 41,34 persen, Capaian Td + WUS 35,48 persen.
"Capaian ini masih jauh dari harapan kita. Maka itu, masih dibutuhkan kegiatan pengentrian aplikasi Asik untuk akselerasi peningkatan capaian imunisasi sesuai indikator yang ditentukan. Sebagai capaian angka Zero Dose (anak yang belum mendapatkan Imunisasi DPT-HB-Hib1) dalam pelaksanaan Imunisasi masih tinggi, sebanyak 3.239 orang pada tahun 2024," katanya.
Lisnawati menekankan agar angka Zero Dose bisa turun tahun ini. Apabila pelayanan yang dilakukan tidak dimasukkan ke Aplikasi Asik yang tersedia maka hasil kerja keras tersebut tidak akan terlaporkan ke Kemenkes.
"Saya berharap agar seluruh petugas yang terlibat dalam pelayanan imunisasi yang ada di Puskesmas baik pengelola dan pelaksana, seperti Bidan Desa atau Penanggung Jawab (Penjab) Desa wajib menginput hasil pelayanan Imunisasi ke Aplikasi Asik," ucapnya.
Ia menuturkan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan pesan ini dapat dipahami masyarakat dan mendukung suksesnya Program Nasional Imunisasi di Tapteng.
"Imunisasi ini akan memberikan perlindungan kepada anak-anak kita di Tapteng ini dari ancaman bahaya berbagai penyakit, seperti pneumonia, polio, campak- rubela, difteri, hepatitis dan penyakit berbahaya lainnya," katanya.
Anak-anak Tapteng, sambung Lisnawati, berhak untuk hidup dengan kualitas kesehatan yang baik sehingga diharapkan para orangtua juga mendukung untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih sehat, mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
"Semoga apa yang kita laksanakan hari ini memberikan kemanfaatan untuk menjaga anak-anak Indonesia terutama anak-anak Tapteng dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," tuturnya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
BPS Tapteng Gelar Survei MBG Tahap II





















