Sunday, July 12, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Pekerja Toko Aksesori HP di Indrapura

Mistar.idMinggu, 24 Mei 2026 pukul 10.14 WIB
polisi_selidiki_penyebab_tewasnya_pekerja_toko_aksesori_hp_di_indrapura

Kanit Reskrim Polsek Air Putih Ipda Evan Hutabarat bersama tim Inafis Polres Batu Bara melakukan olah TKP. (Foto: Humas Polres Batu Bara/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

‎Polres Batu Bara bersama Polsek Air Putih saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tewasnya dua karyawati serta dua lainnya kritis di sebuah toko aksesori HP di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

‎"Polres Batu Bara dan Polsek Air Putih masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait peristiwa tersebut," ucap Kasi Humas Polres Batu Bara AKP Pardamean Tamba, Minggu (24/5/2026).

‎Tamba menjelaskan, peristiwa yang menimpa para karyawati tersebut baru diketahui setelah seorang karyawati toko bernama Dinda Selvira Manalu datang ke toko untuk bekerja pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

‎Namun, karena toko masih tutup, Dinda pulang dan kembali lagi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat tiba, Dinda melihat toko masih dalam keadaan tertutup.

‎Dinda kemudian menghubungi pemilik toko, Edo Setiawan, yang langsung datang dan meminta bantuan warga untuk membuka pintu toko.

‎Warga yang datang bersama pemilik toko menggedor pintu besi serta berteriak memanggil para karyawan yang tinggal di toko. Karena tidak ada respons, akhirnya pemilik toko bersama warga mendobrak pintu.

‎Setelah pintu berhasil dibuka, pemilik toko dan warga masuk ke dalam dan menemukan para korban berada di dalam ruangan. Ketika dibangunkan, dua karyawati masih merespons dengan suara lemah, sementara dua lainnya sama sekali tidak memberi respons.

‎Selanjutnya, pemilik toko meminta bantuan warga sekitar serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Air Putih.

‎Kapolsek Air Putih AKP Rahmad R. Hutagaol bersama Kanit Reskrim Ipda Evan Hutabarat, Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Masagus ZD, Unit Inafis Polres Batu Bara, serta personel lainnya langsung turun ke lokasi kejadian.

‎"Personel melakukan olah TKP, evakuasi korban, pemeriksaan saksi-saksi, dokumentasi, koordinasi dengan pihak terkait, serta membawa korban ke RSU Bidadari Batu Bara untuk dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum (VER)," ujar Tamba.

‎Dari pemeriksaan di lokasi kejadian diketahui dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni perempuan berinisial RR, 24 tahun, warga Kota Tebing Tinggi, dan AA, 22 tahun, warga Kabupaten Serdang Bedagai.

‎Sementara dua korban lainnya, yakni M, 22 tahun, dan DCA, 17 tahun, dalam kondisi kritis dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RSU Bidadari Batu Bara.

‎Tamba menjelaskan, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya dua karyawati tersebut serta dua lainnya yang kritis.

‎"Dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban mengalami keracunan akibat paparan asap mesin genset, namun hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," tutup Tamba.

‎Diketahui, saat terjadi listrik padam total (blackout) pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.45 WIB, toko aksesori ponsel tersebut masih buka. Pemilik kemudian menghidupkan mesin genset, namun diduga lupa mematikannya meski toko telah tutup sekitar pukul 23.00 WIB.

‎Empat dari lima karyawati toko diketahui tidur di dalam ruko, sedangkan seorang karyawati dan pemilik toko pulang ke rumah masing-masing. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN