Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polda Sumut Sita 14 Ekskavator Diduga untuk Penambangan Emas Ilegal di Madina

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 16.35
journalist-avatar-top
MG
polda_sumut_sita_14_ekskavator_diduga_untuk_penambangan_emas_ilegal_di_madina

Penampakan ekskavator yang diamankan polisi dari lokasi. (foto: Istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Polda Sumatera Utara (Sumut) telah menyita ekskavator yang diduga digunakan untuk penambangan emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, saat ini pihaknya sedang menurunkan sebanyak 14 unit ekskavator yang disita dari lokasi penambangan emas Ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Ferry menyebut rencananya belasan alat berat tersebut akan dibawa ke Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut.

“Untuk alat beratnya masih dalam proses penurunan dari lokasi ke pemukiman warga. Rencananya alat-alat berat tersebut akan dibawa ke Polda Sumut atau di kantor satuan terdekat,” ujar Kombes Ferry Walintukan, Selasa (3/3/2026).

Sedikitnya ada 17 orang terduga pelaku penambang emas Ilegal turut diamankan dalam kasus tersebut. Kini, ke-17 orang tersebut hendak dibawa ke Polda Sumut.

“Ada 17 orang diamankan, saat ini hendak dibawa ke Polda Sumut untuk diproses,” tuturnya.

Disinggung terkait peran-peran dari ke-17 orang terduga pelaku tersebut, sambung Ferry, masih dalam proses pendalaman. Sebelumnya, bencana alam yang melanda wilayah Sumut belum selesai ditangani. Namun, aktivitas pengrusakan hutan di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus berlanjut.

Kegiatan terselubung itu terungkap setelah tim gabungan Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut turut ke lokasi, pada Senin (1/3/2026).

Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat) Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka mengatakan, dalam operasi kali ini sebanyak 17 orang yang diduga sebagai pekerja di tambang emas Ilegal berhasil diamankan pihaknya dari lokasi tepatnya di Hutan belantara yang terletak di wilayah perbatasan Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN