Perlintasan Kini Dijaga ‘Pak Ogah’ Pasca Insiden Truk Pisang Ditabrak KA di Kisaran

Perlintasan kereta api di Kisaran kini dijaga ‘Pak Ogah’ meskipun sudah terdapat palang pintu. (foto: Perdana / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Insiden tabrakan Kereta Api (KA) Putri Deli dengan truk colt diesel bermuatan pisang di perlintasan Jalan Besar Kisaran–Air Joman tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga menyingkap fakta ironis di balik keselamatan perlintasan sebidang. Infrastruktur palang pintu yang sudah berdiri lengkap justru belum berfungsi, sehingga warga kini bergantung pada penjaga sukarela, akrab disebut “Pak Ogah”.
Pantauan di lokasi, Minggu (18/1/2026), perlintasan tampak dijaga seorang pria yang sigap memberi isyarat kepada pengendara setiap kali kereta api melintas. Tanpa rompi, tanpa peluit resmi, dan tanpa gaji, ia berdiri di tengah arus kendaraan demi mencegah kecelakaan susulan.
Pria itu mengaku bernama Sangkot, warga Kelurahan Lestari, Kecamatan Kisaran Timur. Ia mengatakan sudah hampir lima tahun secara sukarela membantu mengatur lalu lintas di perlintasan tersebut, terutama pada jam-jam ramai.
“Biasanya saya jaga dari pagi sekitar jam delapan sampai sore jam lima. Tapi waktu kejadian itu saya sudah pulang karena sudah sore,” ujar Sangkot saat ditemui wartawan.
Menurutnya, ia bukan petugas resmi yang ditunjuk PT KAI maupun instansi pemerintah mana pun. Keberadaannya murni atas inisiatif pribadi karena melihat tingginya risiko kecelakaan di perlintasan tersebut.
“Kalau ada yang memberi uang, saya terima. Tapi tidak pernah minta. Semua sukarela,” katanya menambahkan.
Keberadaan Sangkot kini menjadi perhatian warga sekitar. Pasalnya, palang pintu perlintasan yang telah dibangun lengkap dengan pos jaga dan kamera pengawas (CCTV) hingga kini belum difungsikan lantaran belum diresmikan atau diserahterimakan secara resmi.
Akibat kondisi tersebut, banyak pengguna jalan beranggapan palang akan menutup otomatis saat kereta melintas. Persepsi keliru ini diduga kuat menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan maut pada Selasa (13/1/2026) lalu.
Peristiwa nahas itu melibatkan KA Putri Deli rute Medan–Tanjungbalai dengan truk colt diesel bermuatan ratusan karung pisang ekspor. Truk melintas dari arah Kisaran menuju Tanjungbalai saat kereta melaju dan akhirnya terjadi tabrakan tak terhindarkan.
Benturan keras membuat lokomotif kereta mengalami kerusakan parah. Sementara truk terguling dan hancur, dengan muatan pisang berserakan di sekitar lokasi. Sopir dan kernet truk sempat terjepit di dalam kendaraan dan mengalami luka berat sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (hm27)
BERITA TERPOPULER























