Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Penipuan Modus Petugas PLN Marak di Medan, Karyawan Toko Diminta Rp500 Ribu

Mistar.idJumat, 5 Desember 2025 15.47
journalist-avatar-top
AS
penipuan_modus_petugas_pln_marak_di_medan_karyawan_toko_diminta_rp500_ribu_

Salah satu terduga pelaku saat mencoba meyakinkan karyawan toko Kue dengan berpura-pura menelepon pemilik. (foto: tangkapan layar cctv/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai petugas PLN kembali marak di Kota Medan. Kali ini, karyawan Toko Kue Apem Bugis di Jalan Bromo, Medan Denai, nyaris menjadi korban.

Risal, 22 tahun, karyawan toko tersebut, menceritakan dua pria tak dikenal mendatangi tokonya, Kamis (4/12/2025) malam, saat toko hendak tutup. Keduanya mengaku sebagai petugas PLN dan meminta bertemu pemilik toko.

“Awalnya mereka cari bos, katanya mau ganti meteran listrik. Saya bilang bos nggak ada,” ujarnya saat ditemui, Jumat (5/12/2025).

Salah satu dari pria tersebut kemudian memberikan formulir dan meminta Risal mengisi, serta membayar biaya sebesar Rp500 ribu. Merasa janggal, Risal langsung menghubungi pemilik toko untuk meminta konfirmasi. “Kami di sini kan kerja, jadi kalau ada pengeluaran uang harus lapor. Lagi pula bos nggak ada bilang soal pergantian meteran,” katanya.

Untuk meyakinkan, pelaku bahkan berpura-pura menelepon pemilik toko dan seolah-olah mendapat persetujuan. Hal ini semakin membuat Risal curiga. Risal kemudian menghubungi karyawan lain di cabang Jalan Setiabudi untuk memastikan. Tak lama, pemilik toko berhasil dihubungi dan berbicara langsung melalui ponsel.

“Satu orang langsung ambil handphone saya. Dia bilang dari PLN dan mau ganti meteran, biayanya Rp500 ribu. Setelah saya rebut lagi handphone-nya, mereka langsung pergi,” ucapnya.

Pemilik toko, kata Risal, mengaku sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa di cabangnya di Marelan, di mana seorang karyawan sempat tertipu hingga Rp700 ribu.

“Kalau di sini belum sempat dikasih uangnya. Tapi di Marelan sudah pernah kejadian dan karyawannya rugi Rp700 ribu,” tuturnya. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN