Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pasien Kritis Diduga Terlantar di RSUD Sidikalang, Rifin Sembiring Meninggal Dunia Setelah Tertimpa Buah Durian

Mistar.idKamis, 27 November 2025 21.42
journalist-avatar-top
HJ
pasien_kritis_diduga_terlantar_di_rsud_sidikalang_rifin_sembiring_meninggal_dunia_setelah_tertimpa_buah_durian

Kondisi korban terkapar usai tertimpa durian yang dipanennya menggunakan bambu (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Rifin Sembiring (67), seorang pasien kritis yang diduga dibiarkan tanpa penanganan selama lebih dari satu jam di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Kabar meninggalnya Rifin dibenarkan Jonni Berutu melalui telepon kepada Mistar, Kamis (27/11/2025) malam.

“Pasien kritis tadi telah meninggal dunia bang, sekitar pukul 21.00 WIB, barusan,” ujar Jonni dengan nada lemas.

Sebelumnya, informasi yang diterima Mistar dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan bahwa Rifin Sembiring merupakan korban tertimpa buah durian mentah yang panennya sendiri menggunakan bambu. Berdasarkan keterangan saksi dan video yang beredar, kejadian terjadi pada Kamis (27/11/2025).

Menurut warga yang melintas di lokasi kejadian, sekitar pukul 08.58 WIB korban ditemukan terduduk dengan wajah berlumuran darah di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tigalingga–Kuta Buluh, tepatnya di perbatasan Desa Harapan dengan Desa Lau Tawar, Kecamatan Tanah Pinem.

Warga awalnya mengira Rifin merupakan korban kecelakaan. Namun saat ditanya, Rifin mengaku tertimpa buah durian yang dijoloknya. Warga kemudian mengevakuasi Rifin ke rumahnya di Desa Harapan, sebelum membawanya ke Puskesmas Tigalingga.

Kepala Desa Harapan, Junedi Tarigan, ketika dikonfirmasi Mistar melalui telepon, membenarkan bahwa Rifin adalah warganya dan mengalami luka akibat tertimpa buah durian. Ia juga memastikan lokasi kejadian sesuai dengan video yang beredar.

Sebelumnya diberitakan Mistar bahwa Rifin, dalam kondisi kritis, diduga dibiarkan tanpa penanganan di depan IGD RSUD Sidikalang. Keluarga pasien merasa kecewa dan marah karena melihat Rifin tergeletak tanpa perhatian medis.

“Kami miris dengan pelayanan RSUD ini. Masa satu jam lebih orang tua kami yang kritis dibiarkan begitu saja dan ditolak. Lalu disuruh kami bawa ke Medan?” ujar Jonni.

Dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp Dairi Kekelengen dan Dairi Tangguh, Jonni juga meluapkan kekecewaannya.

“Apakah ini yang disebut Dairi Tangguh? Pasien dibiarkan terlantar di depan IGD tanpa ditangani dokter, satu jam terkapar tak sadarkan diri seperti hewan sekarat. Di mana hati nurani petugas medis RSUD Sidikalang? Apa harus meninggal dulu baru ditangani? Kenapa masyarakat kecil tidak direspons walau sudah kritis?” tulisnya.

Informasi dari sumber terpercaya menyebutkan, pasien tiba di Puskesmas Tigalingga sekitar pukul 14.15 WIB dan dirujuk pada pukul 15.00 WIB. Rifin kemudian tiba di RSUD Sidikalang sekitar pukul 16.10 WIB, namun diduga dibiarkan tanpa penanganan selama kurang lebih satu jam dan bahkan ditolak oleh dokter berinisial MS.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Sidikalang, dr Mei Sitanggang, memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi Mistar.

“Pasien ditangani di IGD. Namun kondisinya buruk dengan head injury dan GCS 6. Kami menganjurkan rujukan untuk penanganan bedah saraf dan pemeriksaan CT Scan,” kata Mei.

Ia juga menyebutkan bahwa pasien diduga mengalami retak tulang di bagian wajah dan kepala.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN